PSMTI Hadirkan Kesenian Tionghoa di Perayaan HUT Kota Metro ke-87

0

Pada 9 Juni 2024, Kota Metro merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-87 dengan serangkaian acara meriah. Salah satu puncak perayaan tersebut adalah partisipasi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Metro dalam acara Malam Budaya Tionghoa yang diselenggarakan di Festival Putri Nuban di Samber Park Metro, Lampung, pada 13 Juni 2024.

Dengan tema “Maju dan Gemerlang”, acara ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan dan dihadiri oleh pejabat pemerintah serta masyarakat umum.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Metro Wahdi Siradjuddin, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, Sekretaris Daerah Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Ketua PMI Metro Silfia Naharani Wahdi, Ketua DPRD Metro Tondi MG Nasution, Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho, Komandan Kodim Metro Letkol Arh. Rendra Febrandari Suparman, serta pejabat lainnya. Para pengurus dan anggota PSMTI Lampung Tengah juga turut hadir, memberikan dukungan penuh terhadap acara ini.

Malam Budaya Tionghoa ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik yang menggambarkan kekayaan budaya Tionghoa. Di antaranya adalah penampilan spesial dari New Star Line Dance, Koor PSMTI Metro, Happy Lotus Youth Dancer, Oriental Band, Barongsai Vihara Metro Club, Wushu Kota Metro, siswi-siswi SMA Kristen 1 Metro, serta Koko Cici Lampung. Setiap penampilan tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya pemahaman masyarakat tentang budaya Tionghoa yang kaya akan seni dan tradisi.

Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin, menyampaikan rasa syukurnya atas usia Kota Metro yang telah mencapai 87 tahun. Ia menganggap usia ini sebagai tanda kematangan bagi sebuah daerah. “Apa pun yang kita hadirkan pada peringatan Hari Jadi ke-87 Kota Metro adalah wujud kebahagiaan kita bersama. Mari kita bangun Kota Metro dengan penuh rasa tanggung jawab,” ungkap Wahdi.

Wahdi juga mengucapkan terima kasih kepada PSMTI yang telah menyelenggarakan acara ini dengan sangat baik. “Saya sangat mengapresiasi saudara-saudara kita dari etnis Tionghoa yang telah berperan aktif dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Metro yang ke-87 ini,” tambahnya. Ia menekankan bahwa perayaan ini bukan hanya milik aparatur pemerintah kota, tetapi milik seluruh masyarakat Kota Metro.

Selain itu, Wahdi berharap perayaan ini dapat memotivasi seluruh warga untuk terus melestarikan adat dan budaya. “Hari Jadi Kota Metro ini diharapkan bisa memotivasi kita semua untuk terus melestarikan adat dan budaya, sehingga menjadi salah satu event yang menjadi keunggulan dan daya tarik Kota Metro,” lanjutnya.

Festival Putri Nuban, yang merupakan acara tahunan untuk merayakan HUT Kota Metro, telah menjadi sorotan utama selama perayaan bulan Juni. Festival ini berlangsung selama 30 hari, mulai dari 1 Juni hingga 30 Juni 2024, dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk menghibur dan mendidik masyarakat.

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk komunitas Tionghoa di Metro. Partisipasi aktif dari PSMTI Kota Metro dalam Festival Putri Nuban menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung dan memperkaya budaya lokal, serta mempererat hubungan antara berbagai komunitas di Kota Metro.

Dengan adanya acara seperti Malam Budaya Tionghoa, diharapkan akan terus terjalin kerjasama yang harmonis antara berbagai kelompok etnis di Metro, sehingga kota ini dapat terus maju dan gemerlang sesuai dengan tema yang diusung. Perayaan ini juga menjadi bukti bahwa budaya dan tradisi bisa menjadi perekat yang kuat dalam membangun kebersamaan dan harmoni di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *