PSMTI Jakbar dan Jakpus Gelar Bakti Sosial di WTC Mangga Dua, Ratusan Warga Antusias Donor Darah dan Periksa Kesehatan Gratis
Luar biasa kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilangsungkan di WTC Mangga Dua, Jakarta pada Sabtu (13/9/2025). Kegiatan yang selenggarakan dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini, mendapat antusias dari ratusan masyarakat yang mendonorkan darahnya maupun yang ingin memeriksakan kesehatannya.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indoensia (PSMTI) Jakarta Barat dan PSMTI Jakarta Pusat bersama Perwanti PSMTI serta Asian Chinese Youth Association (ACYA).
Berbagai organisasi Tionghoa Indonesia dan komunitas marga juga ikut mendukung kegiatan yang kaya manfaat ini, seperti Hakka Indonesia, Paguyuban Meizhou, Perkumpulan Warga Sungai Pinyuh (PWSP), serta sejumlah marga di antaranya Yap, Tan, Zhang, Lim, Ho, Liauw, Zhou, Xu, Xiao, dan Cai. Kolaborasi besar ini mencerminkan semangat solidaritas dan gotong royong yang tinggi di antara masyarakat Tionghoa Indonesia.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh dan pengurus organisasi, antara lain: Kevin Wu, (Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta); Abraham Rudy (Dewan Penyantun PSMTI): Ricky Suharlim (Dewan Penasehat PSMTI); Amung Liauw (Dewan Kehormatan PSMTI); Hokiky Hosea (Ketua PSMTI Jakarta Barat sekaligus Ketua Panitia); Handi Gunawan, (Ketua PSMTI Jakarta Pusat); Helga Abraham (Ketua Perwanti PSMTI dan Presiden ACYA); Lusiana Ng (Bendahara Umum Perwanti PSMTI); Lusi Oey (Wakil Ketua Umum Dept. Sosial dan Lingkungan Hidup PSMTI); Johnny Situwanda (Wakil Ketua Umum Dept Organisasi, Hukum, HAM dan Advokasi PSMTI Pusat); Yendi Yap (Ketua Perkumpulan Sosial Persaudaraan Yap Budi Luhur Jakarta) dan Tjhin Kon Ku atau yang akrab disapa Ko Abun (Ketua Umum PWSP Jakarta).
Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto, yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Donor darah bukanlah hal baru bagi pensiunan bintang tiga ini. Sejak masih aktif berdinas di militer hingga kini telah memasuki masa pensiun, Putranto secara konsisten melakukan donor darah setiap tiga bulan sekali.


Pada kegiatan sosial ini, panitia menargetkan pengumpulan sebanyak 300 kantong darah yang akan disumbangkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Subang. Guna menunjang proses donor darah secara maksimal, PMI menyiapkan 10 tempat tidur serta fasilitas donor lainnya.
Antusiasme masyarakat begitu tinggi. antrean panjang warga yang ingin berdonor darah terlihat sejak pagi. Tak hanya warga biasa, para tokoh dan undangan pun ikut memberikan sumbangsih darah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Selain kegiatan donor darah yang menjadi daya tarik utama, masyarakat juga memanfaatkan berbagai layanan kesehatan gratis yang tersedia dalam acara ini. Beragam fasilitas kesehatan dihadirkan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Pemeriksaan gigi dan mata, misalnya, menjadi salah satu layanan yang paling banyak diminati, mengingat pentingnya menjaga kesehatan indera sejak dini. Tidak hanya itu, terapi akupuntur juga tersedia bagi mereka yang ingin mencoba metode alternatif untuk mengurangi keluhan kesehatan tertentu.
Salah satu layanan yang cukup menarik perhatian adalah skrining payudara, yang bertujuan untuk mendeteksi risiko kanker sejak dini, terutama bagi perempuan. Sementara itu, layanan sunatan atau khitan dengan teknologi laser pun disediakan bagi anak-anak, memberikan alternatif yang lebih modern dan minim risiko.


Untuk menambah wawasan masyarakat tentang gaya hidup sehat, acara ini juga menggelar talkshow kesehatan yang interaktif dan informatif. Tak ketinggalan, sesi senam AW (Andrie Wongso) turut digelar dan diikuti dengan antusias oleh para peserta, sebagai bentuk edukasi pentingnya aktivitas fisik secara rutin.
Selain layanan medis, panitia juga membagikan kacamata gratis bagi yang membutuhkan, serta mengadakan bazar murah dan distribusi sembako bersubsidi guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya dari sisi kesehatan tetapi juga kesejahteraan secara menyeluruh.
Untuk menambah semangat peserta dan pengunjung, panitia menyediakan door prize menarik serta hiburan panggung yang membuat suasana semakin hidup. Kolaborasi antara berbagai unsur masyarakat Tionghoa dan instansi pemerintahan ini menciptakan momentum yang membanggakan, memperlihatkan bahwa kebersamaan lintas generasi dan organisasi dapat melahirkan kegiatan sosial yang berdampak besar bagi masyarakat.
Kegiatan sosial ini mendapat apresiasi dari Kepala Staf Kepresidenan RI, Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan bentuk nyata kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di tengah berbagai tantangan kesehatan dan ekonomi yang dihadapi saat ini.


“Saya mewakili pemerintah dalam hal ini ya. Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh beliau-beliau ini. Karena saya mengikuti dan saya bagian pembina dari beliau juga,” ujarnya kepada awak media.
Salah satu aspek yang paling ditekankan oleh Anto Mukti Putranto adalah pentingnya kegiatan donor darah. Ia menekankan bahwa darah adalah kebutuhan yang sangat vital dan bisa menjadi penentu hidup atau mati seseorang dalam situasi darurat medis.
Ia pun mendukung penuh kegiatan-kegiatan sosial semacam ini untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Tidak harus menunggu momen-momen tertentu seperti Hari Kemerdekaan, melainkan bisa dijadikan kegiatan rutin setiap tiga bulan sekali atau bahkan lebih sering, bekerja sama dengan organisasi seperti PSMTI.
“Harapan saya untuk hari ini targetnya 300 (kantong darah). Dan mudah-mudahan terus akan dilakukan. Tidak harus menunggu tanggal 17 Agustus, kalau perlu per 3 bulan dilakukan. Dengan PSMTI, itu sangat luar biasa,” tambahnya.


Ketua Perwanti PSMTI, Helga Abraham, yang juga menjabat sebagai Presiden ACYA menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan sosial ini.
“Karena kami tahu, satu tetes darah itu membawa harapan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Helga.
Menurut Helga, kegiatan ini tidak hanya berdampak positif bagi para penerima manfaat donor darah, tetapi juga memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 300 orang telah mendaftar dan mengikuti kegiatan ini, mulai dari donor darah hingga berbagai pemeriksaan kesehatan yang disediakan secara gratis.
“Dengan kegiatan ini, masyarakat sungguh senang, karena kita juga banyak dapat dari 300 yang meregister dan ikut. Dan ini membuat semuanya senang, karena pemeriksaan kesehatan kan sekarang ongkosnya tambah lama, tambah mahal,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, PSMTI ingin meringankan beban masyarakat dengan memberikan layanan kesehatan tanpa biaya, sebagai bentuk kontribusi nyata kepada sesama. “Tapi kita memberikan dengan gratis untuk membantu masyarakat juga,” tambah Helga.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jakarta Barat sekaligus Ketua Panitia kegiatan, Hokiky Hosea mengatakan bahwa persiapan kegiatan ini dilakukan dalam waktu yang cukup singkat namun intensif.
“Persiapannya kurang lebih sekitar dua minggu. Awalnya, acara ini direncanakan pada 30 Agustus, namun karena situasi saat itu kurang kondusif, kami undurkan ke tanggal 13 September. Meski begitu, semangatnya tetap dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus,” ujarnya.


Menurut Hokiki, terselenggaranya kegiatan ini tak lepas kerja tim yang solid, ditambah dukungan dari semua pihak yang terlibat aktif.
Hokiky menyebut bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga merupakan dukungan langsung terhadap program pemerintah. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan di masa mendatang. “Acara ini tidak akan berhenti di sini. Kami tetap akan mendukung program donor darah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua PSMTI Jakarta Pusat, Handi Gunawan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis ini, merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjalankan aksi sosial secara konsisten.


Menurut Handi, kegiatan ini bukan hal baru bagi PSMTI, melainkan sudah menjadi bagian dari rutinitas organisasi dalam membantu masyarakat. “Saya kira kegiatan bakti sosial seperti ini sudah menjadi rutinitas bagi PSMTI. Harapan kita ke depan tentu kegiatan ini bisa semakin baik, dan menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat luas, khususnya warga Jakarta,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kegiatan donor darah, yang menurutnya merupakan kebutuhan yang bersifat global dan tidak akan pernah surut.


“Donor darah ini sangat penting, bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Kebutuhan darah itu tidak akan pernah berhenti. Karena itu, kita harus terus berkontribusi untuk membantu sesama,” jelas Handi.
Di sela-sela kegiatan digelar sosialisasi akan dibentuknya organisasi Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu. Rencananya organisasi ini akan resmi dideklarasikan pada akhir November tahun ini.
