Jemaah Haji Indonesia Bersiap ke Arafah, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna

0
6616fa57-2021-4a6e-9199-bc6918afce7f-1779609804602

Jemaah Haji Indonesia sedang berada di Makkah dan bersiap menuju Arafah (Foto: Humas Kemenaj)

El John News, Jakarta-Kementerian Haji terus mematangkan seluruh persiapan layanan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Saat ini seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Makkah dan memasuki fase persiapan akhir sebelum diberangkatkan menuju Arafah.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan proses pergerakan jemaah menuju Arafah akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Dzulhijjah. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang untuk menjaga ketertiban dan kelancaran mobilitas jemaah.

“Besok, 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap. Karena itu, kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri, dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.

Maria menjelaskan, sejak Minggu pagi waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah telah diberangkatkan lebih dulu ke lokasi untuk memastikan seluruh layanan Armuzna siap digunakan. Berbagai fasilitas mulai dari tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, hingga sistem perlindungan jemaah terus diperiksa secara menyeluruh.

Menurutnya, fase Armuzna menjadi tahapan paling penting sekaligus paling padat dalam rangkaian ibadah haji. Karena itu, seluruh unsur pelayanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk.

“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk,” katanya.

Menjelang keberangkatan menuju Arafah, Kemenhaj juga mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat, makan secara teratur, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jemaah diminta membawa barang seperlunya agar lebih mudah selama menjalani rangkaian ibadah di Armuzna.

Maria juga mengimbau jemaah hanya membawa perlengkapan penting seperti identitas diri, kartu jemaah, obat pribadi, masker, perlengkapan ibadah, hingga alas kaki yang nyaman digunakan. Sebaliknya, jemaah diminta menghindari membawa koper besar, barang berat, maupun uang tunai dalam jumlah berlebihan.

“Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan, seperti dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, alas kaki yang nyaman, dan perlengkapan kebersihan pribadi,” jelas Maria.

Selain kesiapan layanan, Kemenhaj juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Jemaah yang terlihat kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan diminta segera diarahkan kepada petugas terdekat.

“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kemenhaj bersama PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan otoritas Arab Saudi terus melakukan koordinasi untuk memastikan pelaksanaan puncak haji berjalan optimal. Pemerintah juga berharap seluruh jemaah Indonesia diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan selama menjalankan ibadah haji tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *