Pulau Santen Banyuwangi Dijadikan Destinasi Wisata Halal
Foto: Instagram24.com
Tumbuhnya kelas menengah muslim yang menjadikan berwisata sebagai kebutuhan ditangkap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pulau Santen yang selama ini terlantarkan mulai digarap serius dengan konsep destinasi wisata halal.
Beberapa negara di dunia, bahkan yang berpenduduk muslim minoritas pun serius menggagas wisata halal. Thailand, Singapura dan Jepang mempunyai sejumlah hotel dan restoran bersertifikasi halal yang berjumlah jauh lebih banyak dibanding Indonesia yang notabene negara muslim.
Konsep yang dilakukan Pemerintah Kota Banyuwangi ini sangat tepat, mengingat populasi umat Islam dunia mencapai 1,6 miliar jiwa. 200 jiwa di antaranya merupakan di Indonesia sebagai penduduk muslim terbesar. Terlebih dengan bergaungnya “World Halal Tourisn Summit” industri wisata halal diperkirakan mampu mencatat perputaran yang 238 miliar USD pada 2019.
Meski demikian, bukan berarti wisata halal menyasar pasar muslim dalam dan luar negeri saja. Pengembangan destinasi lebih diupayakan untuk mengakomodir wisatawan yang nyaman bagi turis beragama Islam. Di antaranya dengan menjamin makanan halal, tidak menjajakan minuman beralkohol, informasi waktu salat lima waktu dalam sehari secara tepat, tempat ibadah representatif dan fasilitas yang diperuntukkan khusus untuk laki-laki dan perempuan secara berbeda.
Tidak berpikir SARA, wisata halal sebenarnya hanya segmentasi pasar dan strategi yang dilakukan pihak pengelola. Objek wisata yang ditawarkan tetap bisa dinikmati oleh semua latar belakang agama tanpa adanya perlakuan khusus.
Lantas, di manakah sebenarnya Pulau Santen? Pulau ini terletak di Kelurahan Karangharjo, Kota Banyuwangi. Termasuk salah satu pulau kecil Andalan yang akan ditawarkan kepada wisatawan di antaranya Pantai Pandanan. Pantai tersebut akan menjadi beach club for women yang saat ini dalam proses pembenahan dan dirancang arsitek ternama.
