Puluhan Perencana Profesional Berkumpul Bahas Perencanaan Pengembangan Danau Toba

0
danau toba

Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, atau IAPI berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pariwisata nasional. Kali ini komitmen itu ditunjukan IAPI melalui  kegiatan yang diusungnya yakni Collaborative Planning Workshop (CPW)  Kegiatan ini digelar di  Hotel Inna Prapat, Sumatera Utara, Senin, 15 Mei 2017.

Diskusi ini diikuti sekitar 80 perencana dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam IAPI bersama delapan pemerintah kabupaten/kota dan tujuh kementerian. Mereka memberikan masukan , demi terwujudnya perencanaan pengembangan kawasan Danau Toba yang terbaik. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT)

Dalam keterangan persnya, Selasa, 16 Mei 2017, Ketua Umum IAPI Bernardus Djonoputro menekankan pentingnya disiplin proses perencanaan dalam program nasional seperti ini. Pasalnya  perencanaan pengembangan kawasan Danau Toba tidak dapat bekerja sendiri-sendiri  tapi butuh banyak masukan agar pengembangan salah satu destinasi prioritas itu dalam terarah dan terencana.

“Upaya untuk mencapai target besar pemerintah di sektor pariwisata itu, tentu saja butuh proses perencanaan yang baik dengan melibatkan banyak aktor,” ujar Bernardus.

IAPI adalah organisasi tunggal profesi perencana wilayah dan kota di Indonesia yang didirikan sejak 1971. Saat ini, beranggotakan 3.000 perencana, dengan 1.700 perencana bersertifikat.

Menurut Bernie, demikian dia akrab dipanggil, pembangunan pariwisata nasional menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah sampai dengan 2019. Ditargetkan sektor ini mampu mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara, membuka 13 juta lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi sektor pariwisata menjadi 15 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sementara itu, kawasan Danau Toba adalah salah satu dari tiga kawasan yang mendapat prioritas untuk dikembangkan pada tahun ini. Salah satu danau geopark terbesar di dunia ini terbentang di delapan daerah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara, dengan potensi atraksi wisata yang luar biasa. Destinasi wisata ini ditargetkan mampu mendatangkan satu juta wisatawan mancanegara dan menarik investasi sekitar US$1 miliar.

“Ini bukan target yang mudah, namun dengan perencanaan yang matang dan terstruktur dengan pendekatan perencanaan kolaboratif, saya kira, Danau Toba mampu memenuhi harapan pemerintah itu,” ujar Bernie.

Perencanaan kolaboratif bertujuan meningkatkan sinergi sumber daya yang dimiliki oleh berbagai pemangku kepentingan pariwisata Danau Toba. Karena disadari bahwa anggaran pemerintah tidak akan cukup untuk mendanai program-program pengembangan wisata dalam jangka panjang.

Karena itu, agar partisipasi dunia usaha dan masyarakat semakin meningkat, maka perlu suatu pendekatan perencanaan yang memfasilitasi proses komunikasi antar aktor tersebut secara kontiniu, efektif, dan tepat guna. Melalui proses perencanaan yang inklusif diharapkan tumbuh kepercayaan antarberbagai pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *