DestinationEco TourismHeadline News

Puncak Becici Dibanjiri Wisatawan Akibat Effect Obama

Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44 Barack Obama ke Puncak Becici, Yogyakarta  benar-benar memberikan effect langsung terhadap pergerakan wisatawan ke Puncak Becici. Diketahui Obama datang pada Kamis 29 Juni 2017 dan setelah itu Puncak Becici seakan tidak ada putusnya didatangi wisatawan..

Sugandi Saputro, pengelola Obyek Wisata Alam Puncak Becici mengatakan, jumlah pengunjung pada pekan lalu, Kamis 29 Juni 2017, bersamaan dengan kedatangan Obama mencapai 4.221 wisatawan. Pada hari Jumat 30 Juni 2017 setelah kedatangan Obama naik menjadi 5.951 wisatawan, pada 1 Juli 2017.

Jumlah ini terus bertambah menjadi 6.853 wisatawan, dan di hari terakhir libur panjang Lebaran yakni, Minggu 2 Juli 2017 mencapai 6.853 wisatawan.

“Selama tiga hari usai kedatangan Obama kunjungan wisata melonjak hingga tiga ribu wisatawan,” ucapnya, Senin 3 Juli 2017.

Suganti mengaku, sebelum bekas orang terkuat di AS itu datang, wisatawan yang menyambangi Puncak Becici hanya dibawah tiga ribu bahkan pada 25 Juni 2017 atau hari pertama Lebaran hanya 570 wisatawan. “Memang trennya usai kedatangan Obama mengalami kenaikan yang cukup tajam,” ucapnya.

Lalu apa keistimewaan Puncak Becici hingga dikunjungi Obama?

Sugandi mengatakan, keberadaan wisata alam di Puncak Becici tidak lepas dari hutan pinus yang tumbuh di Kecamatan Dlingo. Selain menikmati keindahan pemandangan alam, wisatawan juga bisa santai di bawah rindangnya pohon pinus sembari berbincang-bincang santai dengan keluarga. Hutan pinus yang menyelimuti puncak Becici ini menjadi salah satu yang disukai Obama,  sehingga puncak Becici masuk sebagai daftar kunjungan wisata Obama ke Indonesia

“Ada beberapa tempat untuk beristirahat santai bagi wisatawan sambil menikmati teduhnya hutan pinus, dan tentunya udara yang segar meski sudah menginjak siang hari,” katanya.

Wisatawan yang datang ke Puncak Becici bisa melihat pemandangan wilayah Kota Yogyakarta hingga keberadaan Candi Prambanan yang berbatasan antara Sleman dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

“Jika datang pagi hari saat masih ada kabut pemandangan cukup indah, di mana kota Yogyakarta terlihat seperti tertutup kabut sehingga sering untuk swafoto para wisatawan,” ujarnya.

Riza Marzuki, pengelola obyek wisata Grojokan Lepo di Kecamatan Dlingo mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini diakui muncul berbagai obyek wisata di Kecamatan Dlingo seperti obyek wisata Hutan Pinus Mangunan, Seribu Batu atau rumah Hobit, obyek wisata Bukit Panguk, Bukit Pengger, Tlogosari, Gua Gajah, Watu Goyang dan Bukit Mojo.

“Yang paling pertama muncul adalah Kebun Buah Mangunan yang dikelola Pemda Bantul, dan menyusul hutan Pinus Mangunan, serta disusul obyek wisata berbasis alam,” ucapnya.

Selain Kebun Buah Mangunan semua obyek wisata dikelola oleh masyarakat, bersama dengan Kantor Pengelolaan Hutan Yogyakarta sebagai pihak pemilik lahan. Dengan hampir lebih dari 80 persen obyek wisata alam dikelola oleh masyarakat

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button