BusinessEconomicHeadline News

Indonesia Tawarkan Investasi Sektor Infrastruktur ke Australia

Pemerintah kini mulai melirik Australia untuk berinvestasi di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan Kunjungan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan beberapa delegasi Indonesia ke Australia pada tanggal 18 hingga 23 Juni 2017. Kedatangan Bambang ke negeri kangguru itu, dalam rangka mempromosikan potensi investasi di bidang infrastruktur dan pariwisata Indonesia bertajuk ‘Tour of Australia’ ke berbagai kota besar di Australia.

Kota-kota tujuan promosi, antara lain, Perth, Canberra, Sydney, Brisbane, dan Melbourne, yang dilakukan mulai 18 hingga 23 Juni 2017. Program ‘Tour of Australia‘ ini digelar bekerja sama dengan Australia-Indonesia Business Council (AIBC).

Bambang mengatakan sektor infrastruktur menjadi sektor yang tepat ditawarkan kepada Australia. Sektor infrastruktur itu meliputi tol, pembangkit listrik, bandara. Ketiga sektor proyek tersebut dipilih karena sudah dipandang pemerintah relatif siap.

Proyek yang ditawarkan kepada Australia ada yang baru mulai dibangun, masih pengerjaan, dan sudah rampung dibangun.

Bambang enggan menyebutkan secara spesifik proyek mana saja yang ditawarkan ke Australia.

Hanya saja, sebagian besar proyek yang ditawarkan ke Australia  terletak di Pulau Jawa dan Sumatera. Australia, kata dia, paling berminat berinvestasi di proyek jaln tol.

“Mudah-mudahan dengan proyek yang lebih terbatas tapi sudah relatif siap ini, paling tidak mulai ada arus investasi dari Australia. Khususnya di pendanaan infrastuktur,” kata Bambang di kantor Bapenas, Senin, 3 Juli 2017.

Investasi di sektor infrastruktur memerlukan dana yang tidak sedikit. Makanya, pemerintah ‎terus menjalin komunikasi dengan Australia. Pasalnya, meskipun keadaan geografis antara Indonesia dan Australia sangat dekat hubungan ekonomi terutama investasi kedua negara sangat jauh.

“Jadi investasi Australia dalam bentuk foreign direct investment (FDI) banyak ke Singapura dan Malaysia dibanding ke Indonesia. Karena kurang pahamnya Australia terhadap Indonesia. Mereka kadang-kadang tidak sadar bahwa market yang besar yaitu Indonesia itu ada di dekat mereka, mereka langsung berpikirnya ke Tiongkok. Jadi, ini harus kita tingkatkan,” ungkap Bambang.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button