Puncak Haornas 2017, Menpora Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Pemersatu Bangsa
Ribuan pelajar dan masyarakat menghadiri Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2017 yang digelar di Stadion Moch Subroto, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 9 September 2017. Mereka tampak antusias mengikuti acara yang dibuka langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Selain pelajar dan masyarakat, Puncak Haornas juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Magelang Sigit Widyonandito dan sejumlah Kepala daerah dari daerah lain.
Perjalanan Menpora ke Stadion Moch Subroto untuk membuka acara puncak Haornas 2017 dilakukan dengan bersepeda bersama tim Gowes Touring Pesona Nusantara dari Secaba Magelang. Sepanjang perjalanan menuju stadion, Menpora mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Para masyarakat mulai dari anak-anak sekolah dasar hingga orang tua ikut keluar rumah menyambut Menpora mengayuh sepeda
Tak hanya di luar stadion, saat tiba di stadion Moch Subroto, Menpora juga menyapa para penonton yang hadir di stadion dengan ayunan sepeda. dengan membentangkan kertas berwarna merah dan putih. Haornas tahun ini mengambil tema ““Olahraga Menyatukan Kita’’.
Tema tersebut diambil karena banyak peristiwa olahraga nasional yang dapat menjadi pemersatu bangsa, seperti yang diceritakan Menpora dalam sambutannya antaralain yakni kehadiran ganda campuran bulutangkis Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang berhasil mempersembahkan medali emas di Olimpiade Brasil beberapa waktu lalu.
“Mereka adalah presebtasi pasangan yang bhineka tunggal ika, beda etnis dan beda agama tapi melalui olahraga mereka disatukan dan berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia,” kata Menpora.
Selain itu Menpora juga mengungkapkan , potensi olahraga menyatukan perbedaan itu juga disadari oleh The Founding Father kita Bung Karno ketika menerima Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-4 tahun 1962. Meski ditengah situasi ekonomi yang serba terbatas Bung Karno tetap berani mengambil pilihan itu. Melalui Asian Games, Bung Karno berharap perbedaan pandangan politik antar kelompok bisa disatukan kembali. “Dan Alhamdulillah niat tulus Bung Karno berhasil,” tegas Menpora.
“Selain menjadi alat pemersatu, olahraga juga menjadi alat perjuangan untuk menaikkan harkat dan martabat sebuah bangsa. Terima kasih tak terhingga saya sampaikan kepada para atlet yang selama ini sudah berjuang sekuat tenaga mengharumkan nama bangsa ini dan telah menjadi pahlawan olahraha Indonesia. Kami pemerintah mengapresiasi cucuran keringat dan air mata kalian semua dan sudah menyiapkan penghargaan terbaik pada kalian semua. Kepada atlet-atlet muda tak perlu berkecil hati, dibawah bimbingan Presiden Joko Widodo berolahraga memiliki masa depan yang sangat cerah,” kata Menpora dengan penuh semangat.
Untuk memeriahkan puncak Haornas sejumlah acara menarik disuguhkan seperti penyatuan kembali tanah dan air, tarian kolosal Haornas, bahkan Menpora ikut naik panggung menyanyikan lagu olahraga.
Di Tahun 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mencanangkan Gerakan Ayo Olahraga. Gerakan Ayo Olahraga ini sudah berjalan sejak awal bulan Mei lalu dengan menggulirkan 3 program unggulan utama yaitu: Gowes Pesona Nusantara, Gala Desa dan Liga Sepakbola Pelajar (U-12, U-14, U-16 dan Liga Mahasiswa)

