Headline NewsTourism

Pura Luhur Uluwatu Terapkan Prokes Secara Ketat Untuk Kembali Jadi Primadona Wisatawan

Pura Luhur Uluwatu,  Desa Pecatu,  Kabupaten Badung, Bali menjadi salah satu objek wisata yang terdampak Covid-19. Objek wisata diatas tepi bukit pecatu ini harus buka tutup untuk menghindari penyebaran virus yang mudah menular itu.

Menerapkan protokol kesehatan secara ketat menjadi pegangan  agar Pura Luhur Uluwatu tetap menjadi primadona para wisatawan. Pada hari kedua acara familiy trip (famtrip) untuk mempublikasikan protokol kesehatan  di sejumlah destinasi Bali, jurnalis El John News dan sejumlah media berkunjung ke Pura ini, Selasa (20/10/2020).

  • Tiba di pintu masuk,  protokol kesehatan sudah diterapkan dengan mewajibkan wisatawan yang masuk terlebih dahulu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.  Setelah itu, wisatawan diharuskan  memakai kain panjang dan selendang yang diikat di pinggang. Atribut tersebut hanya dipakai satu wisatawan dan tidak diperkenankan untuk wisatawan lain. Setelah dipakai kain dan selendang langsung dicuci. Untuk loket pun diberi tanda jaga jarak agar wisatawan saat antri tiket tidak berhimpitan.

“Mereka disiplin mereka mengikuti semua aturan, mulai mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata salah satu pawang kera di Pura Luhur Uluwatu   I Kadek Satya Adi Gunawan.

Selain itu pihak pengelola pura luhur Uluwatu juga menyediakan fasilitas cuci tangan bahkan akan ditambah plang pemberitahuan untuk mengingatkan wisatawan selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Kita akan memperbanyak memasang plang-plang itu, sebelumnya kita juga memasang dan menyediakan tempat cuci tangan tapi karena situasi di sini banyak monyet hal itu kita tidak jalankan sementara, mungkin nanti kita akan tambahkan,” ujar Kadek Satya.

Menurut Kadek Satya seluruh area dan fasilitas di objek wisata selalu disemprot cairan disinfektan sebanyak tiga kali dalam seminggu agar keamanan dan kesehatan  wisatawan dapat terjaga. Selain itu untuk wisatawan, protokol kesehatan juga diterapkan untuk karyawan. Selama  melayani wisatawan, semua karyawan menggunakan atribuy protokol kesehatan seperti masker, face shield dan sarung tangan.

Untuk pengunjung pun sudah ada peningkatan namun belum signifikan. “Pengunjung sudah ada peningkatan tapi dari September belum terlihat adanya peningkatan tapi di tiga bulan setelah telah ada peningkatan. Ini sudah masuk high season dari Agustus nanti sampai Desember.Semoga Bali cepat membaik dan wisatawan dapat datang ke sini dan tetap sehat dan aman,” ungkap Kadek Satya.

Bukan hanya dibuka untuk wisatawan namun pura ini juga sudah dipergunakan kembali untuk persembayangan. Saat jurnalis El John News dan rombongan media berkunjung, melihat warga Bali yang sedang melakukan persembayangan dengan menggunakan protokol kesehatan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button