Kutipan Presiden RI Soal Laut Indonesia
Indonesia merupakan salah satu Negara Maritim terbesar di dunia dengan jumlah pulau sekitar 17.500 pulau dan memiliki garis panjang pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Dengan potensi wilayah tersebut Indonesia memiliki potensi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan baik berupa perikanan tangkap maupun perikanan budidaya yang merupakan suatu potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menuju Indonesia yang maju dan makmur
Alfred Thayer Mahan dalam bukunya “The Influence of Sea Power upon History” mengemukakan teori bahwa sea power merupakan unsur terpenting bagi kemajuan dan kejayaan suatu negara, yang mana jika kekuatan-kekuatan laut tersebut diberdayakan, maka akan meningkatkan kesejahteraan dan keamanan suatu negara.
Ada kutipan yang patut disimak dari presentasi Ir. Agus Dermawan, M.Si, Direktur Konservasi dan keanekaragaman hayati laut, dalam materinya Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Untuk Perikanan dan Pariwisata Bahari yang disampaikan dalam acara Indonesia Tourism Forum, yang diadakan di Celebrity Lounge, Hotel Marlyn Park, Jakarta. pada Sabtu (19/12) lalu.
Kutipan itu bicara soal laut Indonesia dari Presiden RI yang pertama, hingga Presiden saat ini, Joko Widodo. semoga kutipan ini bisa memberi inspirasi bagi kita.
“Upayakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali dalam arti seluas luasnya. Bukan sekedar menjadi jongos-jongos di kapal. Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata Cakrawala Samudera, bangsa pelaut yang mempunyai armada niaga, bangasa pelaut yang mempunyai armada militer, bangsa pelaut yang kesibukannya di laut menandingi irama gelombang laut itu sendiri,” Presiden RI pertama, Ir. Soekarno;.
“Indonesia harus menguasai 2 teknologi utama yakni maritim dan dirgantara apabila ingin menjadi bangsa yang besar,” Presiden RI ke-3, Prof. H. BJ. Habibie
“Laut tidak hanya memiliki potensi maritim tetapi juga memiliki potensi sumberdaya alam yang harus dikembangkan sebagai kekuatan baru nasional,” Presiden RI, ke 4, KH. Abdurrahman Wahid.
“Laut adalah masa depan Indonesia,” Presiden RI ke 7, Ir. Joko Widodo.




