Raih Gelar Putri Kampus Seni dan Budaya Indonesia 2025, Monica Siap Gaungkan Kearifan Indonesia Lewat Media Sosial

0
El-John Pegeants Fest 25 By Yaba Pictures-111

Ajang Putri Kampus Indonesia 2025 yang untuk pertama kalinya digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah melahirkan sederet wajah muda yang tak hanya cantik dan cerdas, tetapi juga penuh komitmen terhadap masa depan bangsa. Salah satunya adalah Monica Tri Jayanti, mahasiswi yang berhasil menyabet gelar Putri Kampus Seni dan Budaya Indonesia 2025.

Penobatan gelar dilangsungkan pada malam Grand Final Putri Kampus Indonesia 2025 di Multifunction Hall Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, pada 22 Agustus 2025.

Ajang Putri Kampus Indonesia 2025 merupakan salah satu dari empat kontes bergengsi yang digelar Yayasan EL JOHN Indonesia melalui penyelenggaraan EL JOHN Pageant Festival 2025 di IKN. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia, yang setiap tahunnya mencari sosok generasi muda yang cerdas, berwawasan luas, dan memiliki semangat untuk berkontribusi bagi bangsa.

Monica tampil percaya diri saat pengumuman pemenang, meski dirinya sendiri tak menyangka akan membawa pulang gelar bergengsi tersebut. “Perasaannya tentu saja senang sekali, dan saya tidak menyangka bisa mendapatkan gelar ini. Tapi dari awal saya memang sudah punya keyakinan bisa masuk lima besar,” ujar Monica usai malam final.

Bawa Misi Budaya Lewat Medsos

Sebagai bagian dari generasi muda yang melek digital, Monica membawa visi yang cukup unik dalam perannya sebagai Putri Kampus Seni dan Budaya. Ia ingin mengangkat kembali nilai-nilai budaya Indonesia yang menurutnya mulai tergerus arus budaya asing, khususnya di kalangan Gen Z dan milenial.

“Saya melihat teman-teman saya sendiri masih banyak yang lebih mengenal budaya luar daripada budaya Indonesia. Padahal kita ini kaya sekali. Dari situ, saya punya keinginan kuat untuk memperkenalkan kembali budaya kita dengan cara yang relate dan modern—yaitu lewat media sosial,” tuturnya.

Menurut Monica, TikTok dan Instagram menjadi medium yang efektif untuk menjangkau kaum muda. “Sekarang siapa sih yang nggak buka TikTok tiap hari? Kalau kontennya bagus dan algoritmanya jalan, kita bisa menjangkau jutaan orang dari seluruh Indonesia, bahkan luar negeri,” tambahnya penuh semangat.

Didikan Kampus dan Komunitas yang Kuat

Monica adalah mahasiswi dari Universitas Bina Nusantara (Binus), sebuah kampus yang menurutnya cukup aktif dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada para mahasiswanya. “Setiap awal bulan kami diminta mengenakan pakaian atau aksesori khas daerah. Ini hal kecil, tapi dampaknya besar karena bikin kita makin bangga sama identitas budaya sendiri,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa meskipun belum sempurna, pengalaman mengikuti ajang Putri Kampus Indonesia membuka banyak ruang pembelajaran, dari sisi kepercayaan diri, kemampuan public speaking, hingga kepekaan terhadap isu budaya.

Persiapan Monica untuk mengikuti ajang ini cukup intens, terutama menjelang masa karantina. Ia mengaku banyak berkonsultasi dengan komunitas dan mentor seputar apa saja yang harus dipersiapkan untuk tampil maksimal. “Saya banyak diskusi soal karakteristik yang bagus di dunia pageant kampus, dan juga bagaimana membawa diri selama karantina,” katanya.

Monica juga mengungkapkan bahwa prestasi ini tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. “Yang paling berpengaruh tentu orang tua saya. Tapi juga teman-teman di kampus yang bantu saya buat video, hingga pacar saya yang terus support, bahkan bantu produksi konten-konten media sosial,” ungkapnya jujur.

Apresiasi untuk EL JOHN dan Harapan ke Depan

Tak lupa, Monica juga menyampaikan rasa terima kasih yang besar kepada Yayasan EL JOHN Indonesia yang telah menyelenggarakan Putri Kampus Indonesia 2025 di IKN. Menurutnya, penyelenggaraan di ibu kota baru ini bukan hanya simbolik, tapi juga menjadi awal sejarah baru.

“Terima kasih kepada Yayasan EL JOHN Indonesia yang telah membuat El John Pageants Festival 2025. Saya sangat bangga bisa jadi bagian dari sejarah pageant pertama di IKN. Semoga ke depannya, El John semakin meriah dan membawa lebih banyak perubahan positif untuk anak muda Indonesia,” harapnya.

Saat ditanya apa rencana berikutnya setelah ajang ini, Monica menjawab dengan mantap: “Saya ingin tetap konsisten bikin konten edukatif tentang budaya. Harapannya bukan cuma dilihat, tapi juga bisa menginspirasi teman-teman muda untuk kembali mencintai budaya kita sendiri.”

Dengan semangat dan strategi yang matang, Monica Tri Jayanti siap menjadikan gelar Putri Kampus Seni dan Budaya Indonesia 2025 bukan hanya sebagai simbol prestasi pribadi, tetapi juga sebagai gerakan sosial untuk menghidupkan kembali semangat budaya di kalangan generasi muda Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *