Raih Juara Umum Kejurnas Barongsai 2022, DKI Jakarta Kawinkan Piala Raja Hamengku Buwono X dan Piala KASAD
Kontingen Provinsi DKI Jakarta sukses mengawinkan dua piala Piala Raja Hamengku Buwono X dan Piala KASAD dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Barongsai 2022 yang dilangsungkan di Sleman City Hall pada 7 hingga 9 Oktober 2022.
Dengan meraih dua piala tersebut, maka Provinsi DKI Jakarta menyandang predikat juara umum untuk keseluruhan lomba pada kejuaraan bergengsi tersebut. Predikat juara umum diberikan, karena DKI Jakarta mendapatkan perolehan medali emas terbanyak yakni 8 medali emas. Selain emas, DKI Jakarta juga memperoleh 1 perak dan 1 perunggu.
Delapan medali emas diraih DKI Jakarta diantaranya dari nomor Naga Kecepatan, Pekingsai Kecepatan Barongsai Ketangkasan Zou Tou , Barongsai Shang Tui, Barongsai Kecepatan, Barongsai Taolu Wajib dan Barongsai Taolu Bebas. Total dalam kejurnas ini ada 13 nomor yang dipertandingkan dan diikuti 16 Provinsi.

Pada Kejurnas tahun ini Provinsi DKI Jakarta diwakili oleh sasana Kong Ha Hong dan Arhanud 6 yang merupakan Satuan Bantuan Tempur di bawah komando Resimen Arhanud-1/Falatehan, Kodam Jaya.Status juara umum ini, menambah rentetan prestasi yang pernah diraih atlet-atlet Barongsai DKI Jakarta.
Manager kontingen DKI Jakarta Jacky Sjarif mengatakan predikat juara umum yang diraih DKI Jakarta merupakan hasil kerja keras para atlet. Selain itu, kerja sama tim juga menjadi salah satu faktor penentu meraih hasil positif pada Kejurnas tahun ini.
“Ini perjuangan teman-teman atlet mulai tahapan-tahapan yang dijalankan hingga menghasilkan prestasi. Jadi kalau dari tim DKI ini ada tim naganya, ada tim pekingsai juga dan tim barongsainya. Jadi ini butuh team work dan setiap sasana itu berjuang sampai akhirnya kita menjadi juara umum,” kata Jacky saat diwawancarai tim liputan EL JOHN Media.
“Gelar juara umum ini, dipersembahkan untuk DKI Jakarta ya, untuk FOBI Jakarta yang baru mengadakan pemilihan Ketua yang baru, Jadi ini satu hadiah untuk Ketua kita Ibu Hilda yang baru terpilih sebagai Ketua FOBI DKI Jakarta,” tambah Jacky

Jacky menjelaskan, latihan yang gigih dan dilakukan secara rutin menjadi kunci kemenangan. Dengan latihan secara terus menerus ini, para atlet mudah menjalankan pertandingan sehingga mendapat nilai yang maksimal meskipun ada beberapa catatan yang harus dievaluasi.
“Kuncinya latihan, kalau di dalam olahraga tidak ada kata selain latihan. Latihan dan latihan. Itu yang selalu saya terapkan ke anak-anak. Pokoknya ada atau tidak ada event kita harus rutin berlatih karena kalau dalam olahragawan itu kan setiap kita tidak latihan sekali saja stamina badan akan menurun, jadi dipaksa harus latihan, latihan dan latihan terus,” ujar Jacky.
Menurut Jacky, prestasi gemilang di Kejurnas menjadi tolak ukur menghadapi PON XXI tahun 2024 yang diselenggarakan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Diharapkan prestasi yang diraih di Kejurnas Barongsai 2022 dapat dipertahankan atau ditingkatkan di PON.

“Sebenarnya kejurnas ini, satu tahapan sebelum menjelang PON nanti di tahun 2024. Jadi tujuan kita menuju PON. Makanya kita mati-matian di sini, untuk mengukur sampai seberapa batas kemampuan kita untuk menuju PON nanti. Mudah-mudahan 2024 kita bisa memberikan semua yang terbaik dan DKI Jakarta bisa berjaya lagi di PON 2024,” ungkap Jacky.
Lebih lanjut, Jacky berharap KONI dan FOBI DKI Jakarta dapat terus mendukung pembinaan atlet barongsai utamanya perihal gedung latihan. Selama ini, gedung latihan untuk atlet Barongsai DKI Jakarta masih status meminjam.
“Kita berharap dari KONI dan FOBI di Jakarta, bisa menyiapkan satu tempat seperti kaya gedung olahraga, GOR atau sasana tetapi itu kembali lagi bukan suatu hal yang mudah. Kita sudah meminta dan berharap nanti kedepan bisa dari FOBI dan KONI menyediakan tempat latihan yang lebih memadai,” tutur Jacky.
