Headline News

Rata-Rata Harga Gabah Turun

Rata-rata harga gabah pada Mei 2019 di tingkat petani turun 2,82 persen dari harga Rp 4.241,05 di
April 2019 menjadi Rp 4.121,43/kG. Di tingkat penggilingan turun 2,35 persen dari Rp 4.291,05 di April 2019 menjadi Rp 4.190,18/kg. Selain itu masih ditemukan 10,71 persen harga gabah di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di Galur Kulonprogo selama Mei 2109.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Johanes De Britto Priyono mengatakan, rata-rata harga gabah setiap bulan mengalami perubahan, harga tertinggi selama tiga bulan terakhir untuk gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani maupun di tingkat penggilingan terjadi pada Maret 2019. “Dibandingkan April 2019, rata-rata harga gabah di bulan Mei, kualitas Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani turun 5,05 persen dari harga Rp 4.950 menjadi Rp 4.700 dan turun 4 persen dari harga Rp 5.000 menjadi Rp 4.800 di tingkat penggilingan.,” katanya.

JB Priyono memaparkan, rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat petani turun 4,90 persen dari Rp 4.580,23 menjadi Rp 4.356,00/kg, dan turun 4,15 persen dari Rp 4.630,23 menjadi Rp 4.438,00/kg di tingkat penggilingan. Untuk rata-rata harga gabah kualitas rendah turun 1,57 persen dari Rp 3.941,18 menjadi Rp 3.879,31/kg di tingkat petani dan turun 1,42 persen dari Rp 3.991,18 menjadi Rp 3.934,48/kg di tingkat penggilingan.

“Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp 5.500/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Cianjur terjadi di Sleman. Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp 2.800/Kg pada gabah kualitas rendah dengan varietas Situbagendit dan Inpari terjadi di wilayah Galur, Kulonprogo,” tandas JB Priyono.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close