Ratusan Umat Buddha dan Bhikkhu Sangha dari 10 Negara Jalani Santutthi Citta Borobudur dan Mahasanghika Dana
Para Bhikkhu Sangha dari 10 negara menggelar Santutthi Citta Borobudur dan Mahasanghika Dana di Candi Borobudur, Minggu (20/11/2022). 10 Negara yang ikut antara lain Malaysia, Thailand, Kamboja, Myanmar, Nepal, India hingga Amerika Serikat.
Ritual keagamaan ini, diikuti ratusan umat Buddha baik yang ada di Yogyakarta maupun luar Yogyakarta. Ritual tersebut merupakan rangkaian terakhir kegiatan International Buddhist Conference Indonesia (IBCI) 2022 yang dilangsungkan selama tiga hari (18-20 November 2022).
Santutthi Citta digelar untuk menyampaikan rasa syukur atau ungkapan rasa terima kasih kepada Pemerintah yang telah menetapkan Borobudur sebagai tempat peribadatan Agama Buddha Dunia. Penetapan tersebut tertuang dalam nota kesepakatan yang ditandatangani empat Menteri dan dua Gubernur pada Februari 2022 lalu. Sedangkan Mahasanghika Dana merupakan pengumpulan dana untuk agama Buddha melalui para Bhikkhu.

Prosesi ritual, diawali dengan pradaksina yang dilakukan oleh para Bhikkhu yakni dengan berkeliling Candi Borobudur, kemudian dilanjutkan dengan puja bakti di atas candi.
Setelah itu, para Bhikkhu turun menuju altar untuk menjalani Santutthi Citta Borobudur dan Mahasanghika Dana, yang diawali dengan penyalaan lilin pancawarna dan dupa oleh Bhikkhu Sangha dan dilanjutkan dengan Meditasi dan pembacaan Nidhikanda Sutta.

Selanjutnya, YM. Bhikkhu Nyanasuryanadi Mahathera memberikan Dhammadesana atau kotbah Dhamma kepada para umat. Dalam Dhammadesana-nya, Bhikkhu Nyanasuryanadi mengatakan Santutthi Citta Borobudur merupakan momen ungkapan syukur atas berbagai kebijakan yang memberikan peluang kehidupan Kembali spirit dari Dhammakaya Borobudur ini, menjadi kekuatan bagi umat Buddha untuk melakukan penghormatan dan ritual, baik mulai ritual secara fisik maupun ritual secara batin dengan baik.
“Ini merupakan hal yang mendasar bagi kita semua yang menemukan peradaban, di mana peradaban pada masa di bangunnya Borobudur ini, adalah peradaban disinilah tempat kita melaksanakan puja yang tertinggi yaitu praktek Dhamma yang menghasilkan kehidupan pembebasan,” kata Bhikkhu Nyanasuryanadi

“Tentu bagi kita semua khususnya bagi Bhikkhu Sangha ini adalah yang mulia tapi perumah tangga, ini merupakan spirit awal menjadikan pondasi untuk bagaimana menapakan kaki Kembali mengulang apa yang sebenarnya spirit bangunan ini diadakan untuk kita semua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bhikkhu Nyanasuryanadi mengajak umat Budha di Indonesia maupun dunia untuk kembali memupuk spirit menjadikan Candi Borobudur sebagai tempat melaksanakan puja agar dapat mengembalikan fungsi Mandala Candi Borobudur sesuai peruntukannya.

“Sesuai dengan fungsinya mandala adalah di mana tempat kita melakukan Puja. Untuk itu momen yang sangat baik ini, yang diawali oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Buddhist Indonesia ini menjadikan awal dari bagaimana kita memulai bahwa tempat ini, menjadi tempat ziarah, sekaligus tempat melakukan puja Kembali yaitu pada Mandala Candi Borobudur,” ujar Bhikkhu Nyanasuryanadi.

Setelah Bhikkhu Nyanasuryanadi memberikan Dhammadesana, prosesi ritual dilanjutkan dengan prosesi terakhir yakni Mahasanghika Dana. Sementara itu, untuk IBCI 2022 telah melahirkan deklarasi Borobudur yang tujuannya untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat kegiatan religi umat Buddha di dunia.
