Rayakan Hari Jadi ke-50, Teater Keliling Gelar Musikal Mega Mega

0
20240223_232159

Dalam rangka memperingati HUT ke-50 tahun, Teater Keliling menggelar gala premier pertunjukan spesial Musikal Mega Mega di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat (23/2/2024). Adapun pertunjukan seni ini diselenggarakan selama dua hari pada 24 dan 25 Februari 2024.

Kegiatan ditandai dengan pemukulan gong sebagai awal dibukanya pintu masuk. Setelah itu, para tamu dapat masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi yang sesuai dengan nomor yang tertera di tiket.Seperti diketahui, Teater Keliling sendiri sudah konsisten berkarya sejak 13 Februari 1974, di mana telah mementaskan lebih dari 1.700 judul produksi. Selain itu, Teater Keliling sudah menginjakkan kaki di seluruh provinsi Indonesia dan 12 negara di empat benua. Pada tahun 2010, Teater Keliling mendapat rekor MURI sebagai grup teater dengan pertunjukan teater modern Indonesia terbanyak.

Pada tahun ini, Teater Keliling menggelar pentas Musikal Mega Mega di mana terdapat lima gelandangan yang dirawat oleh lansia bernama Ma’e. Mereka adalah Retno, Tukijan, Panut, Koyal, dan Hamung. Setiap harinya, mereka tidur di bawah pohon beringin dan bikin geger warga Jakarta.

“Mega Mega itu sebetulnya tentang diwakili oleh enam peran atau karakter Indonesia yang berbeda-beda, bersama-sama mencari jati diri, artinya jati diri bangsa ini. Itu yang menjadi tema arti cerita yang sebenarnya yang kemudian kuga garap aslinya tidak musikal, tetapi dijadikan musikal dengan surealisme semua diomongkan, kemudian dinyatakan dalam bentuk musik, nyanyi, segala macam,” ucap salah satu pendiri Teater Keliling Rudolf Puspa saat diwawancarai tim El John Media.

Rudolf mengaku, persiapan pementasan tahun ini sejak November 2023. Meski terdapat rintangan, namun hal itu bukan menjadi penghalang para pemain untuk terus berlatih dengan penuh semangat dan gembira.

“Tantangannya itu menjadikan sebuah cerita filsafat sebetulnya Mega Mega itu, menjadi sebuah musikal yang artinya komunikatid. Itu lebih sulit karena tanpa cerita tapi dinyanyikan dengan bahasa sekarang, sehingga orang dapat menangkap lebih cepat, itu lebih sulit, tantangannya lebih besar,” jelas Rudolf.

Rudolf menjelaskan, antusiasme masyarakat menonton pertunjukan Teater Keliling sangat besar, bahkan seluruh tiket telah habis terjual, di mana hampir 90 persen yang membeli tiket adalah anak-anak muda.

“Jadi artinya walaupun sebagian besar dari yang sudah pernah nonton kita, tetapi itu seperti cita-cita kita bahwa teater menjadi sebuah kebutuhan bangsa yang kita bisa. Itu yang menjadi impian kita,” kata Rudolf.

Rudolf mengatakan, menonton teater sebetulnya menyenangkan karena bisa berkomunikasi langsung antar para pemain maupun pemain dengan penonton. Bila ada masyarakat yang tertarik berakting dan ingin menjadi anggota Teater Keliling, bisa mengunjungi instagram @teaterkelilingind, terlebih menurutnya kriteria untuk menjadi anggota janya sehat jasmani dan rohani, serta mau disiplin.

“Kepinginannya itu kita ingin mengejar suatu mimpi, sehingga teater menjadi sebuah kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga senimannya, penontonnya, semua ada timbal balik sehibgga si seniman itu bisa hidup lagi, apalagi sekarang sudah ada undang-undang Pemajuan Kebudayaan di mana pemerintah secara resmi menjadi pengayom daripada kehidupan seni dan senimannya, maka kami akan mendorong itu agar terlaksana dengan cara kami dengan terus pentas ke mana pun sehingga teater bisa diterima dan menjadi kebutuhan,” jelas Rudolf.

Salah satu pemain Musikal Mega Mega Kemilau Daniswara mengungkapkan rasa senangnya menjadi bagian dari pertunjukan Teater Keliling. Berperan sebagau Retno, ia menjelaskan bahwa Retno mempunyai karakter yang ketus, tegas, cegil (cewek gila), tetapi di sisi lain juga merupakan perempuan yang peduli kepada manusia lain di pohon beringin.

“Cukup kaget karena aku di dunia teater masih baru, terus tiba-tiba langsung dikasih pemeran utama dan kebetulan perannya iru sangat jauh sama aku. Aku yang umur 18 harus akting jadi seorang pelacur which is susah banget, tapi Alhamdulillah bisa,” ucap Kemilau.

Meski baru satu tahun di Teater Keliling, namun Kemilau terus belajar untuk mengasah diri dalam berakting, terlebih ia juga pandai bernyanyi. Maka dari itu ia berharap, semakin banyak anak muda yang tertarik untuk terjun di dunia seni peran.

“Semoga (Teater Keliling) semakin jaya, semakin banyak anak muda yang tertarik sama teater terus gabung Teater Keliling juga, semakin cinta sama dunia teater karena menurutku dibdunia teater itu kita bisa melepaskan semua rasa tanpa harus terkekang atau segala macam,” kata Kemilau.

Sementara itu, di antara para tamu, terdapat aktor ternama Indonesia Slamet Rahardjo yang juga hadir menyaksikan penampilan spesial dari Teater Keliling.

“Karena teater itu adalah gambaran kehidupan, jadi harus berlatih. Teater itu ilmu kehidupan, jadilah petarung. Selamat ulang tahun ke-50,” ucap Slamet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *