images

Indonesia menjadi titik awal bagi RedDoorz, jaringan pemesanan hotel ekonomi daring. RedDoorz saat ini beroperasi di 16 kota di Indonesia dan memiliki hampir 500 properti.

Kota-kota tersebut adalah Banda Aceh, Bali, Bandung, Batam, Bogor, Jakarta, Lombok, Makassar, Malang, Manado, Medan, Palembang, Semarang, Solo, Surabaya dan Yogyakarta.

Tahun ini RedDoorz, mengumumkan ekspansi ke Makassar. Chief Operating Officer RedDoorz Rishabh Singhi mengatakan, Makassar adalah kota terbesar di Pulau Sulawesi dan merupakan pusat utama yang menghubungkan Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan di Barat dengan Maluku dan Papua di Timur.

Menjadi kota pelabuhan dan tujuan menyelam yang populer, Makassar adalah daya tarik yang sangat besar.

“Di antara para pebisnis dan wisatawan, ekspansi kami ke Makassar ditujukan untuk memenuhi permintaan besar akan akomodasi dengan anggaran terjangkau dan nyaman di Indonesia,” ucap Singhi.

Saat ini, RedDoorz telah memiliki lima properti yang berada di dekat Benteng Rotterdam dan Pantai Losari. Pihaknya menargetkan 10 properti beroperasi sepenuhnya pada akhir tahun ini.

Sampai saat ini, RedDoorz menjangkau lebih dari 3.000 kamar yang tersedia melalui platform daring.

Singhi optimistis, konsumen akan menyambut positif dengan tingkat kunjungan lebih dari 65 persen ke RedDoorz.

Sebagai bagian dari kegiatan promosi yang sedang berlangsung, RedDoorz akan menyelenggarakan berbagai roadshow dan Open House di beberapa properti RedDoorz sampai 18 Februari.

Pelanggan dapat menikmati harga perkenalan Rp 99.000 untuk semua kamar RedDoorz di Makassar.

Tujuan kami adalah bermitra dengan hotel kelas menengah dan pemilik wisma, dan memberi mereka platform teknologi ideal yang akan semakin meningkatkan bisnis mereka dan mempertahankan hunian yang memadai,” tutur Singhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *