Resmi Dibuka, Oceanic Folk Festival Jakarta Pertemukan Budaya Bahari Antar Benua

0
874183_720

Kota Jakarta ternyata tidak kalah dengan daerah pesisir yang memiliki potensi wisata bahari yang kuat. Memiliki sejumlah Pulau yang masuk dalam gugusan kepulauan seribu, menjadikan Jakarta sebagai daerah yang diperhitungkan jika bicara soal wisata bahari. Apalagi saat ini sedang digelar Oceanic Folk Festival Jakarta (OFF jakarta).

Festival yang digelar di  pesisir pantai Pulau Tidung, resmi dibuka oleh kepala Suku DinaPariwisata kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia dan Director Festival Jakarta, Frangky Raden pada Jumat malam (20/9/2019). Festival ini menjadi salah satu upaya untuk mengangkat sektor pariwisata masyakarakat pesisir Jakarta.

Festival ini berbeda dari festival bahari lainnya. Perbedaan itu, terlihat dari konsep yang diusung, yakni konsepnya mempertemukan kebudayaan bahari masyarakat internasional dari Afrika, Amerika Latin serta Asia Pasifik dan kebudayaan bahari Pulau Tidung yang khas.

Adapun berbagai kegiatan yang akan turut memeriahkan pertemuan budaya tersebut hingga hari Minggu, 22 September mendatang, diantaranya adalah pesta kulinari laut, demo masak oleh Chef Norman Ismail, pameran kerajinan, kegiatan fun art, pertunjukan akrobat, perlombaan dayung sampan, dan banyak lainnya.

Bukan hanya menggelar festival saja,namun ada event lain yang digelar bersamaan. Event itu yakni Eco Music Camp  (EMC) dan Festival  Bahari. Diharapkan, ketiga acara ini mampu mendongkrak pariwisata setempat.

“Tahun ini target kami yang utama bukan kunjungan wisata. tapi dengan event  ini menjadikan pulau Tidung lebih terkenal. Insya Allah lebuh banyak pengunjung yang datang tahun depan ” kata Cucu.

Khusus untuk para peserta EMC dan Festival Bahari, nantinya mereka akan tinggal di wilayah Perkemahan Pulau Tidung Kecil yang telah dikenal sebagai Argo Wisata.  Puau itu memiliki fasilitas pelestarian binatang laut seperti berbagai ikan endemik, kura-kura dan museum ikan paus.

Sementara Franky Raden mengungkapkan kebanggaannya terhadap acara yang dihelat dari  20 hingga 22 September 2019 ini. Baginya, ini merupakan tantangan terbesar untuk membangun seni terbaik dalam hidupnya.

“Karena ini sebuah awal pilot project di Festival Bahari, saya harus memberikan yang terbaik.  Ada ketakutan tersendiri kalau terjadi apa-apa, terlebih harus membuat panggung di tengah laut” ungkapnya.

Franky berharap, Festival ini  ini konsisten  diadakan diadakan setiap tahunnya dan menjadi magnet bagi para turis mancanegara untukmengunjungi Pulau Tidung, Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *