RS Royal Taruma Berikan Edukasi Kesehatan di Acara 1st Xiao International Culture Week
Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta memberikan edukasi kesehatan tenang bahaya jantung koroner di hari kedua The First Xiao International Culture Week 2017 di Neo Soho Mall Lantai 4, S Parman, Jakarta Barat, Jumat, 15 September 2017. Edukasi kesehatan ini dikemas ke dalam talk show yang dipandu presenter EL JHON Radio Isa Asbari. Pembicara dari Rumah Sakit Royal Taruma diwakilkan oleh dokter spesialis jantung dr. Edwin L Sim, SpPD.
Diawal talk show dokter Edwin menjelaskan tentang faktor-faktor penyebab jantung koroner seperti polda hidup yang salah, tidak mau berolahraga dan stres. Menurut dokter Edwin faktor-faktor tersebut mudah sekali menyerang pembuluh darah di jantung, yang akibatnya terjadi penyempitan hingga aliran darah tidak tesumbat.
“Jalan terlalu sedikit tidak pernah jalan kemana-mana naik kendaan biar ga cape, lalu makan terlalu banyak. Sebentar-bentar makan. Kemudian stres. Stres ini berbahaya karena dapat memicu penyakit lain yang berunjung pada penyakit jantung,” kata dokter Edwin.
Menurut dokter Edwin ada dua kelompok penyakit jantung koroner yakni kelompok yang tidak bisa dirubah dan kelompok yang bisa dirubah. Kelompok yang tidak bisa dirubah meliputi usia. Setiap manusia sudah pasti usianya akan bertambah dan menjadi tua. Dengan usia tua ini maka aktivitas organ tubuh menjadi lemah dan rentan memicu jantung koroner. Selain itu ada faktor genetik, yakni dimana orangtua terkena jatung koroner maka si anak akan berpeluang besar terkena penyakit yang sama.
“Yang kedua faktor-faktor yang bisa dirubah, misalnya hipertensi bisa diturunkan, gula bisa dinormalkan, kolesterol tinggi bisa dinormalkan, Obesitas bisa dilangsingkan. Kemudian rokok bisa berhenti dan alkohol juga bisa berhenti,” terang dokter Edwin.
Dokter Edwin pun memaparkan data bahwa Indonesia merupakan negara yang paling banyak ditemukan penyakit jantung koroner. Fakta dilapangan menyebutkan bahwa hal ini didasari dengan kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya hidup sehat. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memiliki pendidikan tinggi namun senang dengan pola hidup yang salah. Untuk mencegah atau mengobati sejak dini penyakit jantung koroner , dokter Edwin menyarankan untuk selalu medical chek up di rumah sakit.
“Ada gejala atau tidak ada gejal kita harus medical chek up. Jadi tahu apakah kita terkena penyakit jantung koroner atau tidak. Itulah pentingnya Medical Chek Up. Minimal setiap tahun satu kali medical chek up , Jika ada gangguan harus sering misalnya gulannya tinggi medical chek up bisa ditambah dua atau tiga bulan sekal,” tutup dokter Edwin

