Rumah Sakit Siloam Resmi Dibuka di Lubuklinggau
PT Siloam International Hospitals Tbk resmi membuka Rumah Sakit Siloam Hospitals Silampari (SHLL) di Lubuk Linggau. SHLL merupakan rumah sakit Siloam ke-5 di Pulau Sumatra dan rumah sakit Siloam ke-2 di provinsi Sumatra Selatan.
Peresmian dihadiri CEO Lippo Group James Riady, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Presiden Lippo Group Theo Sambuaga, serta tokoh dan masyarakat setempat.
SHLL berkapasitas 175 tempat tidur dengan bangunan 5 lantai dibangun di atas lahan seluas 8,250 meter persegi dan tanah seluas 21,036 meter persegi.
Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur Siloam menyatakan, “Setelah tertunda satu bulan, kami dengan bangga mengumumkan pembukaan SHLL, pembukaan rumah sakit pertama kami pada tahun 2018. SHLL akan melayani 216 ribu orang yang tinggal di kota Lubuk Linggau serta lebih dari 3 juta orang yang tinggal di kabupaten sekitar.
Rumah sakit ini dilengkapi dengan peralatan medis state-of-the-art seperti CT-Scan 64 slices, satu-satunya di kota Lubuk Linggau dan didukung oleh 20 spesialis dan 8 dokter umum serta 51 perawat. Siloam berencana untuk mendaftarkan rumah sakit ini untuk melayani pasien BPJS Kesehatan.
Siloam adalah salah satu anak perusahaan dari PT Lippo Karawaci, dinilai dari asset total dan pendapatan merupakan perusahaan properti terkemuka dan terbesar di Indonesia dengan land bank yang luas dan pendapatan tetap yang solid. Bisnis LPKR terdiri residensial/ township, retail mall, rumah sakit, hotel dan manajemen aset.
Siloam mengelola 32 rumah sakit di 23 kota di seluruh Indonesia melayani lebih dari 2 juta kunjungan & admisi serta melakukan lebih dari 41.000 operasi per tahun. 6.300 kapasitas tempat tidur ini didukung oleh sekitar 2.700 spesialis dan dokter umum serta lebih dari 9.600 perawat dan staf pendukung.
Siloam juga mengelola rumah sakit pertama di Indonesia yang diakreditasi oleh JCI dan beberapa kali mendapatkan penghargaan dari Frost & Sullivan untuk “Indonesia’s Healthcare Service Provider of the Year”. Siloam terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode “SILO” dan kapitalisasi pasar Rp 14,3 triliun atau USD 1.066,7 juta per tanggal 11 Januari 2018.
