S. Hartati Murdaya Raih Gelar Doktor Honoris Causa di Bidang Global Buddhism dari Rajamangala University of Technology Krungthep, Thailand

0
DSC_9103

Pada Rabu, 24 September 2025, Ibu Dr. (H.C.) Dra. S. Hartati Murdaya 邹丽英, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) sekaligus Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia (KCBI), menerima gelar Doktor Honoris Causa (Doktor Kehormatan) dalam bidang Global Buddhism dari Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK), yang berlokasi di Bangkok, Thailand.

Upacara penganugerahan berlangsung khidmat di Auditorium Institute of Science Innovation and Culture (ISIC), kampus RMUTK. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari Indonesia, antara lain Ibu Metta Murdaya, Bapak Prajna Murdaya, Bapak Karuna Murdaya, Prof. Idris Gautama So, Dirjen Bimas Buddha Bapak Supriyadi, serta sejumlah tokoh Buddhis dan pegiat sosial lainnya. Kehadiran mereka menambah kehangatan dan kekhidmatan acara tersebut.

Upacara dimulai dengan parade bendera yang dibawakan oleh mahasiswa RMUTK sebagai bentuk penghormatan kepada Ibu Hartati Murdaya dan keluarga yang memasuki auditorium. Dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Ketua Umum KCBI sekaligus Ketua Perkumpulan Sangha Theravada Dhammayut Indonesia, YM. Bhikkhu Dhammavuddho Thera.

Dalam sambutannya, Rektor RMUTK, Associate Professor Dr. Pichai Janmanee, menyampaikan apresiasi atas kontribusi luar biasa Ibu Hartati Murdaya dalam bidang kepemimpinan, filantropi, dan dedikasinya terhadap agama Buddha serta budaya.

Ia menekankan bagaimana peran Ibu Hartati dalam menyatukan umat Buddha di Indonesia melalui WALUBI dan berbagai aksi sosial telah menjadi teladan yang menginspirasi banyak orang.

“Pencapaian Ibu Hartati Murdaya dalam mempersatukan majelis – majelis agama Buddha melalui WALUBI serta aksi sosialnya dalam berbagai kesempatan menunjukkan nilai dari kebijaksanaan dan pelayanan selaras dengan ajaran Buddha,” sambungnya.

Selanjutnya, Director and Founder Institute of Science Innovation and Culture RMUTK sekaligus Founder Center for Global Buddhism, Assistant Professor Dr. Yaoping Liu, memaparkan profil dan perjalanan hidup Ibu Hartati Murdaya.

“Kami telah mengetahui profil dari Ibu Hartati Murdaya sejak kunjungan kami ke Indonesia bulan Desember 2023. Pada saat itu Bapak Soeparto (saat ini Staf Ahli di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI) menyampaikan kontribusi Ibu Hartati Murdaya yang luar biasa bagi agama Buddha dan kemanusiaan di Indonesia dan dunia.

Selanjutnya pada 1 Februari 2024, Eric Fernardo dari KCBI dalam kunjungannya ke Bangkok, Thailand menceritakan tentang pengabdian Ibu Hartati Murdaya secara lebih mendetail, mulai dari kepemimpinan Ibu Hartati Murdaya di WALUBI, Ibu Hartati Murdaya mendirikan KCBI dan Tzu Chi Indonesia, Ibu Hartati Murdaya menjadi Ketua Panitia Waisak Candi Borobudur yang sangat megah dihadiri umat Buddha se-dunia, serta Ibu Hartati Murdaya pernah menjadi utusan golongan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Dewan Pertimbangan Presiden RI (d/h Dewan Pertimbangan Agung) maupun di Komite Ekonomi Nasional (KEN), tentunya berkat Ibu Hartati Murdaya juga bisa terbentuk Direktorat Jenderal Bimas Buddha di Kementerian Agama RI,” ungkap Dekan RMUTKISIC ini.

Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pakar KCBI, Prof. Idris Gautama So, dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd. Momen haru terjadi saat anak-anak Ibu Hartati Murdaya, yaitu Ibu Metta Murdaya, Bapak Prajna Murdaya, dan Bapak Karuna Murdaya, naik ke panggung untuk memberikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diterima ibunda mereka.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Ibu Hartati Murdaya dan Board Chairman RMUTKISIC, Associate Professor Dr. Prathan Watanavanich. Selanjutnya, pembacaan Surat Keputusan pemberian gelar Doktor Honoris Causa oleh Vice Chairman University Council RMUTK, Professor Emeritus Somporn Peyapan, serta penganugerahan gelar oleh Chairman University Council RMUTK, Professor Emeritus Charn Thanadngarn.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Universitas menyampaikan bahwa gelar Doktor Honoris Causa ini diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinan, filantropi, dan pengabdian Ibu Hartati Murdaya dalam memajukan agama Buddha, kerukunan antar umat beragama, dan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap kontribusi Ibu Hartati menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Acara dilanjutkan dengan prosesi pemakaian toga dan penyerahan ijazah serta berbagai kenang-kenangan. Ibu Hartati Murdaya kemudian memberikan pidato penerimaan gelar, menyatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya pribadi, tetapi juga untuk umat Buddha Indonesia dan semua yang berjuang bersama dalam cinta kasih dan kebersamaan antar umat beragama. Ia menegaskan bahwa gelar ini merupakan awal baru untuk terus mempererat hubungan antara Indonesia dan Thailand serta berbagai komunitas agama di dunia.

Ucapan selamat juga datang dari Wakil Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Bapak Fuad Adriansyah, dan pimpinan RMUTK lainnya. Acara diakhiri dengan penyerahan souvenir dan jamuan makan siang bersama.

Rajamangala University of Technology Krungthep adalah universitas negeri yang berdiri sejak 17 Mei 1931 dan telah menjadi salah satu institusi pendidikan terkemuka di Thailand. Universitas ini memiliki sembilan fakultas dan berbagai program inovasi yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan budaya, salah satunya Institute of Science Innovation and Culture (ISIC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *