Sajian Nikmat Khas di Bulan Idul Adha di Nusantara
Idul Adha, jadi momen spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia. Hari raya ini identik dengan sajian aneka daging sapi hingga kambing, sebagai perayaan kurban.
Setiap tahunnya seluruh umat Muslim merayakan hari raya Idul Adha yang jatuh pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Disebut sebagai hari raya haji, perayaan ini juga dikenal sebagai ‘Idul Qurban’. Tradisi penyembelihan hewan kurban berupa sapi atau kambing ini, sudah menjadi ritual yang ada sejak dulu.
Tahun ini hari raya Idul Adha jatuh pada hari Minggu, tanggal 11 Agustus nanti. Di Indonesia, perayaan hari raya kurban jadi momen yang spesial bagi banyak orang. Selain menjadi hari untuk berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga, mereka juga bisa menikmati aneka hidangan berbahan dasar daging sapi dan kambing, dari hewan kurban yang dibagikan.
Selain berbagi daging kurban ke sesama, atau kepada orang-orang yang membutuhkan, acara masak bersama juga tak lepas dari perayaan ini. Banyak orang yang memilih untuk membuat sate di rumah menggunakan daging kurban, sambil berkumpul dengan keluarga.
Banyak juga yang mengolah daging kurban ini menjadi berbagai makanan enak, seperti gulai, sop, hingga semur. Di beberapa wilayah Indonesia juga punya hidangan khusus saat Idul Adha, seperti olahan gulai kambing dari Aceh dan Sumatra Barat , lalu Kereseng Jawa Timur, hingga rabeg dari Banten.
Gulai kambing (Aceh dan Sumatra Barat)
Hidangan ini umumnya terbuat dari daging kambing dan bagian tulang. Daging dan tulang itu dimasak bersama bumbu kari (gulai).
Di Aceh, gulai kambing disebut juga dengan nama kuah sie kameng. Menu ini dimasak dengan rempah yang berlimpah, lalu disantap bersama nasi panas, ketupat, atau roti canai.
Lain lagi gulai di Sumatra Barat. Hidangan gulai khas Ranah Minang memakai bagian daging sapi dengan banyak lemak. Daging kemudian dimasak dalam bumbu dengan cabai melimpah. Gulai pedas berbumbu ini disebut gulai cancang.
Krengseng (Jawa Timur)
Krengseng adalah olahan daging kambing yang populer di daerah Jawa Timur. Masakan ini memiliki aroma khas petis.Warna cokelat pekat didapat dari pemakaian kecap manis. Di beberapa tempat, kecap manis bisa juga diganti dengan sari kurma.
Krengseng memiliki rasa gurih dan manis, sedap disantap dengan nasi putih atau ketupat nasi. Jika tak terlalu menyukai daging kambing, Anda juga dapat menggantinya dengan ayam atau sapi.
Rabeg (Banten)
Hidangan satu ini merupakan makanan khas Jazirah Arab yang dibawa ke Indonesia dan menjadi favorit di Banten. Namanya rabeg.
Rabeg memanfaatkan jeroan kambing sebagai bahan utama. Nyaris semua jeroan kambing bisa dipakai sebagai bahan untuk rabeg.
Memasak rabeg memang sedikit lebih sulit daripada sajian lain.Jika salah olah, daging bisa menjadi berbau prengus yang kurang sedap.
Meski begitu, selalu awasi konsumsi hidangan daging, agar tidak berdampak buruk kepada kesehatan. Terutama kadar kolesterol yang cenderung naik, saat hari raya. Konsumsi daging bisa dibatasi, atau dipadukan dengan sayuran agar lebih sehat.




