Sambut Tahun Baru Imlek 2576, PSMTI Jakarta Barat Gelar Bakti Sosial di Panti Lansia Santa Anna

0
WhatsApp Image 2025-01-20 at 16.22.41

Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2576/2025 yang jatuh pada 29 Januari 2025, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar acara bakti sosial yang bertempat di Panti Lansia Santa Anna, Teluk Gong, Jakarta Utara, pada Senin, (20/1/2025)

Acara yang penuh sukacita ini diadakan untuk berbagi kebahagiaan dengan para lansia yang menghuni panti tersebut, serta menunjukkan kepedulian terhadap mereka dalam rangka merayakan datangnya tahun baru Imlek.

Bakti sosial ini juga melibatkan sejumlah organisasi marga Tionghoa yang turut ambil bagian dalam acara tersebut. Beberapa organisasi yang berpartisipasi di antaranya Perkumpulan Marga Liauw, Marga Ho Indonesia Jakarta, Yayasan Marga Liong Indonesia, dan Perkumpulan Sosial Marga Cai Indonesia.

Dalam acara ini, tampak hadir berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua PSMTI Jakarta Barat yang juga menjabat sebagai Ketua Marga Ho Indonesia Jakarta, Hokiky Hosea; Ketua Perkumpulan Marga Liauw, Liauw Se Siang; Ketua Perkumpulan Sosial Marga Cai Indonesia, Suhartono; serta Pendiri PSMTI, Justina Kasman. Selain itu, hadir pula sejumlah pengurus dan anggota PSMTI yang turut meramaikan kegiatan ini.

Bakti sosial ini diikuti oleh sekitar 130 penghuni panti, yang terdiri dari 30 lansia pria dan 60 lansia wanita, serta 40 petugas yang bekerja di Panti Lansia Santa Anna. Semua pihak yang terlibat dalam acara ini merasakan manfaat dari kegiatan yang dirancang dengan penuh keceriaan dan kehangatan tersebut.

Acara dimulai dengan suasana yang sangat meriah, di mana para lansia diajak untuk bergembira bersama dengan menyanyi dan berjoget. Kehangatan dan kebahagiaan tampak jelas terlihat dari wajah-wajah mereka yang penuh semangat mengikuti setiap aktivitas yang diselenggarakan.

 Para lansia yang hadir juga diberi kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka, dengan beberapa lansia tampil bernyanyi di atas panggung. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.

Tidak hanya para lansia, petugas panti juga turut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian untuk menghibur para penghuni panti dan para tamu.

Menjelang akhir acara, seluruh peserta bakti sosial mendapatkan berbagai bingkisan yang telah disiapkan sebagai simbol berbagi kasih. Pembagian goodie bag yang berisi berbagai kebutuhan sehari-hari serta angpao yang menjadi tradisi dalam perayaan Imlek, disambut dengan suka cita oleh para lansia. Sebagai penutup acara, seluruh peserta juga menikmati makan siang bersama, mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara semua yang hadir.

Ketua PSMTI Jakarta Barat Hokiky Hosea mengatakan a tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan perhatian kepada para lansia yang tinggal di panti tersebut. “Kami datang untuk memberikan perhatian, dan tentunya mereka sangat mengharapkan ada yang mengunjungi mereka. Kesenangan mereka adalah kebahagiaan kami,” ujar Hokiky  kepada tim liputan EL JOHN Media.

Hokiky menjelaskan kegiatan bakti sosial ini juga menjadi bagian dari perayaan Imlek yang dimanfaatkan untuk berbagi dengan sesama, terutama kepada warga Tionghoa yang kurang beruntung. Menurut Hokiky, tidak semua warga Tionghoa hidup dalam keadaan yang baik, dan itulah sebabnya kegiatan ini diadakan.

“Kami memikirkan mereka yang kurang beruntung dan berharap acara ini bisa membawa kebaikan bagi mereka,” katanya.

Hokiky berharap  kegiatan bakti sosial ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi warga Tionghoa lainnya untuk turut berpartisipasi dan membantu mereka yang membutuhkan.

“Semoga warga Tionghoa lainnya bisa ikut bergabung untuk membantu sesama, terutama yang saat ini dalam keadaan kurang beruntung,” tutup Hokiky Hosea.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Perkumpulan Marga Liauw, Liauw Se Siang yang juga sebagia Dewan Kehormatan PSMTI. Ia memberikan apresiasi kepada  pengelola Panti dan para suster  yang begitu gigih dan tekun mengasuh para lansia.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kepala suster di sini yang telah mendidik dan melatih para lansia, sehingga mereka bisa bernyanyi dan bergembira. Terlihat bahwa para lansia ini sudah terlatih dengan baik, dan saya merasa bangga melihat hasil kerja keras para suster dalam melatih mereka,” ujar Liauw Se Siang.

Liauw menilai bahwa pengelolaan Panti Lansia Santa Anna sangat baik, sehingga para lansia dapat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang meningkatkan kebahagiaan mereka.

Liauw berharap agar para lansia di panti tersebut dapat terus merasakan kebahagiaan dan mendapatkan perhatian yang penuh kasih dari suster serta perawat yang ada.

“Semoga mereka semakin bahagia dan terus terhibur oleh perhatian yang diberikan. Saya melihat pengelolaan di sini sudah sangat baik,” tambahnya.

Sebagai penutup, Liauw menyampaikan doa agar para lansia selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. “Doa saya untuk mereka, semoga selalu diberikan kesehatan agar mereka bisa terus merasakan kebahagiaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pendiri PSMTI Justina Kasman, mengungkapkan bahwa PSMTI didirikan pada tahun 1998, bersama dengan Pak Teddy Yusuf. Tujuan utama pembentukan PSMTI adalah untuk menciptakan organisasi yang aman dan dapat memberikan dukungan bagi masyarakat, khususnya bagi warga Tionghoa di Indonesia.

“PSMTI dibentuk agar kita semua dapat lebih solid dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar, khususnya dalam bidang sosial,” ujar Justina Kasman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *