IMG-20170919-WA0003-1120x630
Menekuni peluang bisnis yang berawal dari hobi kini menjadi trend khalayak ramai. Tak sedikit bisnis yang diawali dengan hobi tersebut menjadi sumber mata pencaharian utama. Fakta ini tak terbantahkan, banyak pengusaha sukses yang memulai bisnisnya berdasarkan kegemarannya akan sesuatu.
Sanova adalah salah satu orang yang melakoninya. Berawal dari kegemarannya sejak kecil bermain salon-salonan bersama teman-teman sebayanya, kini hobi tersebut mendatangkan berkah baginya.
Hidup di perantauan, Sanova memulai semuanya dari ‘tangga dasar’. Ia hidup menumpang di rumah salah seorang kerabatnya. Karena uang receh yang ia bawa dari kampung dirasa tak cukup untuk menyewa apalagi membeli tempat tinggal. Uang itu ia peruntukkan sebagai modal usaha.   
Sejak awal Sanova sudah menyadari bahwa nantinya akan banyak kerikil yang menghadang. Terlebih dirinya adalah seorang pendatang yang minim rekanan. Usaha kecantikan yang digelutinya tentu butuh promosi agar dikenal orang. Karena usaha sejenis di Jakarta telah menjamur dan persaingannya cukup sengit. Sanova memakai metode promosi dari mulut ke mulut. Selain itu ia juga rajin mengikuti pameran dan kontes kecantikan.
Tiga tahun berjalan, usaha yang dirintisnya mulai menunjukkan hasil positif. Meski dalam perjalanannya tak sedikit konsumen yang complain, namun hal itu tak membuatnya patah arang. Dari pengalaman itu Sanova terus mengasah diri, introspeksi dan belajar lagi. Baginya, pelaku usaha yang ingin naik tingkat harus menyampingkan ego dan mau melayani.
Berbekal pengalaman dan relasi yang cukup luas, tahun 2014, Sanova akhirnya membuka usaha yang ia beri nama Sanova Skin Care.
Sanova Skin Care hadir atas desakan para relasi dan sahabat. Tak main-main, Skin Care miliknya ini bertaraf international. Mulai dari alat yang digunakan, teknologi canggih, produk hingga tenaga kerja kesemuanya berlisensi unggul kelas international.
pelayanan menjadi prioritas utamanya. Ia menganggap pasien adalah raja yang harus dijamu dan dilayani dengan sangat baik dan profesional. Ia tidak melihat pasien dari latar belakang dan golongannya, baginya semua diperlakukan sama.
Tenaga kerja yang ia pakai pun merupakan tenaga pilihan. Mulai dari dokter, suster hingga marketing semua berlisensi atau bersertifikat menurut keahliannya masing-masing.
Kini Klinik Sanova Skin Care perlahan menggurita. Cabang kedua kini telah resmi dibuka di kawasan Gandaria Jakarta Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *