Sebanyak 3,8 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia
Indonesia kembali menerima vaksin Covid-19, kali ini vaksin siap pakai buatan AstraZeneca sebanyak 3,852 juta dosis. Vaksin yang dihasilkan dari kerjasama Covax Facility ini, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 18.26 WIB, Senin (26/4/2021).
Vaksin yang diangkut oleh pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK-9258 ini disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.
Vaksin AstraZeneca ini merupakan vaksin tahap kedua, sebelumnya pada tahap pertama pada tanggal 8 Maret 2021 lalu, Indonesia telah menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca. Dengan kedatangan tahap kedua ini, maka Indonesia telah menerima vaksin AstraZeneca dari Covax Facility sebesar 4,9656 juta dosis vaksin jadi secara gratis.
Menlu Retno mengucapkan rasa syukur vaksin tiba dengan selamat. “Alhamdulillah dengan mengucap puji syukur kepada Allah, pada malam hari ini Indonesia menerima batch kedua vaksin dari jalur multilateral yaitu dari Covax Facility berupa vaksin jadi AstraZeneca sebesar 3,852 juta dosis,” kata Menlu.
“Jika kita gabungkan vaksin dari jalur multilateral dan dari jalur bilateral, maka sejauh ini vaksin yang telah tiba di Indonesia adalah berjumlah 67.465.600 dosis,” sambung Menlu.
Menlu menjelaskan bahwa sejak awal pandemi hingga saat ini, pemerintah Indonesia mengupayakan ketersediaan vaksin bagi kebutuhan dalam negeri sambil terus memperjuangkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.
Dengan alasan tersebut, Indonesia aktif dalam pembahasan isu vaksin dunia dan menjadi salah satu co-chair dalam COVAX AMC (Advance Market Commitment) Engagement Group.
Menlu menyampaikan keprihatinan menyaksikan terjadinya gelombang baru di banyak negara dunia serta ditemukannya varian baru di beberapa negara.
“Kita juga melihat kebutuhan dunia akan vaksin semakin meningkat dan di sana-sini kita melihat terjadinya perlambatan pengiriman vaksin di seluruh dunia. Keadaan baru ini mengharuskan pemerintah Indonesia bekerja lebih keras agar ketersediaan vaksin yang aman bagi rakyat Indonesia dapat tercukupi,” jelasnya.
Menlu menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya agar program vaksinasi nasional dapat terus berjalan dengan melakukan diplomasi agar kebutuhan vaksin dalam negeri tercukupi. Dengan upaya ini, ujar Menlu, Indonesia sejauh ini merupakan negara ketiga dengan jumlah pemberian vaksinasi terbesar di kawasan Asia setelah RRT dan India.
“Kita harus selalu mencermati perkembangan COVID-19 di dunia. Kita harus belajar dari kejadian-kejadian tersebut, terutama belajar dari munculnya gelombang baru di sejumlah negara. Kita harus bekerja mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi di Indonesia,” ungkap Menlu.
Setibanya di Bandara Soetta, jutaan vaksin itu lantas akan dibawa ke kantor PT Bio Farma (Persero) di Bandung untuk proses lebih lanjut.