Sekda DKI: Imlek hingga Lebaran Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Jakarta
Sekda DKI Jakarta, Uus Kuswanto sedang memberikan sambutan pada acara Kick Off Jakarta Lunar New Year Festival 2026 yang digelar di Emporium Pluit Mall, Jakarta, 8 Februari 2026 (Foto: tim liputan EL JOHN Media/Sigit)
El John News, Jakarta-Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan bahwa rangkaian perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri menjadi momentum penting dalam mendorong perputaran ekonomi di Ibu Kota. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Kick Off Jakarta Lunar New Year Festival 2026 yang digelar di Emporium Pluit Mall, Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Wali Kota Administrasi Jakarta Barat periode 2020-2021 ini mengatakan, berbagai perayaan keagamaan dan budaya memiliki arti strategis bagi masyarakat Jakarta. Selain menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, perayaan tersebut juga berdampak langsung pada peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat.
“Ketika masyarakat berkumpul dengan keluarga, tentu tidak lepas dari aktivitas belanja, berbagi rezeki, dan saling memberi hadiah. Di situlah ekonomi bisa bergerak dan berputar”
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto
Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur DKI Jakarta sebelumnya telah merilis data perkembangan pertumbuhan ekonomi Jakarta. Pada triwulan ketiga 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta masih berada sedikit di bawah rata-rata nasional. Namun, pada triwulan keempat 2025, Jakarta berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
“Di triwulan keempat 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 51,21 persen. Ini lonjakan yang luar biasa, hampir naik tiga persen. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta sangat baik,” jelas Uus.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi berbagai pusat perbelanjaan, salah satunya Emporium Pluit Mall, yang aktif menggelar kegiatan dan event berskala besar untuk menarik pengunjung.
Lebih lanjut, Uus menyampaikan bahwa peningkatan ekonomi Jakarta juga dipicu oleh kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan para pelaku ekonomi. Berbagai program dan kegiatan dirancang untuk menarik wisatawan, tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari luar daerah.
“Tujuannya agar masyarakat dari luar Jakarta datang dan menikmati berbagai fasilitas yang ada di DKI Jakarta. Ini berdampak langsung pada pergerakan ekonomi daerah,” tuturnya.
Di tengah kondisi ekonomi nasional yang dinilai belum sepenuhnya stabil, Uus menilai capaian Jakarta menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak mampu menghasilkan dampak positif. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil ikhtiar bersama seluruh pemangku kepentingan.
