Sekjen KLHK: Putri Bumi Indonesia 2023 Bisa Menjadi Agen Perubahan

Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono, memberikan pembekalan kepada seluruh finalis Putri Bumi Indonesia 2023 dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Hidup dan Kehutanan”.
Bambang menjelaskan bahwa hutan berperan penting bagi makhluk hidup yang ada di bumi, tidak hanya manusia, namun juga hewan dan tumbuhan. Selain itu, hutan sebagai ruang terbuka hijau untuk mencegah bencana hidrologi.
“Kalau gundul hutannya bisa dibayangkan banyak terjadi erosi, sungainya menjadi kuning cokelat karena saringan air di tanahnya kurang bagus,” ucap Bambang kepada finalis di Ibis Budget, Daan Mogot, Jakarta Barat pada Selasa (10/5/2023).
Tidak hanya itu, hutan juga menjadi sumber plasma nutfah keanekaragaman hayati.
“Semua makhluk hidup diciptakan itu punya fungsi dan perannya, hanya kita belum tahu semua apa fungsi dan peran makhluk hidup,” sambung Bambang.
Bambang menuturkan, sektor lingkungan hidup dan kehutanan membutuhkan green leaders. Dalam hal ini, green leadership merupakan kemampuan dari seorang individu pemimpin dalam menentukan kebijakan yang pro lingkungan dan dapat mempengaruhi, serta memobilisasi individu lain dalam organisasi untuk mendukung kebijakan pro lingkungan tersebut.

Oleh karena itu, Bambang memberikan pembekalan kepada Finalis Putri Bumi Indonesia 2023 dengan kepemimpinan transglobal dalam pembentukan green leadership. Adapun enam bekal kecerdasan yang harus dimiliki, yaitu kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, inteligensia global, bisnis, dan sosial budaya.
“Putri Bumi Indonesia itu sebuah wahana yang baik karena tidak ada planet lain selain bumi sementara ini untuk kita semua. Jadi kita berharap Putri Bumi Indonesia ini bisa menjadi agen perubahan,” kata Bambang.
Hutan di Indonesia memiliki lahan seluas 120,495 juta hektar, dan jika ditambah dengan kawasan hutan perairan, maka berjumlah 125,817 juta hektar. Angka ini setara dengan 62,97% dari luas daratan Indonesia.
Adapun jenis hutan berdasarkan fungsinya, yaitu hutan konservasi, hutan lindung seluas 29,578 juta hektar, hutan produksi tetap seperti kawasan hutan yang diberikan perizinan berusaha untuk produksi kayu bulat seluas 55,987 juta hektar, dan hutan produksi yang dapat dikonversi seluas 12,840 juta hektar.
