WhatsApp Image 2017-10-24 at 2.32.52 PM (6)

Luar biasa, prestasi yang diraih dua bandara PT Angkasa Pura  I ( Persero) yakni Bandara  I Gusti Ngurah Rai, Bali dan Bandara Sutan Hasanuddin, Makassar. Kedua bandara itu, berhasil meraih penghargaan prestisius tingkat dunia dari Aiports Council International  (ACI) yang diberi nama Airport Service Quality (ASQ) Award tahun 2016.

Penghargaan ASQ  Award 2016 yang diraih Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah penghargaan untuk kategori  bandara dengan penumpang 15-25 juta orang pertahun. Dengan penghargaan ini , Bandara I Gusti Ngurah Rai berhak mendapat gelar “The 3rd World Best Airport 2016”. Sementara itu, diajang yang sama,   Bandara Sutan Hasanuddin Makassar dinobatkan sebagai “The Most Improved Airport in Asia-Pacific 2016”.

Pengharagaan diberikan oleh Director General ACI Angela Gittens kepada Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S Baskoro pada kegiatan “27th Airport Council International Africa/World: Annual General Assembly Conference & Exhibition” di Port Louis, Mauritius, Rabu, 18 Oktober 2017 lalu.

ASQ Award  merupakan satu-satunya program bencmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara yang dilakukan oleh ACI, sebuah organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia yang berbasis di Montreal , Kanada.

Untuk menentukan pemenang, ACI melakukan survey terhadap 600 ribu penumpang di bandara dalam 41 bahasa di 84 negara sepanjang tahun 2016 lalu. Survei ini mengukur pandangan penumpang terhadap 34 indikator kinerja utama, antara lain akses bandara, chek –in, security screening, toilet serta toko dan restoran di bandara.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S Baskoro mengucapkan rasa syukur atas pengharagaan  tersebut.  Danang mengatakan penghargaan yang diraih  ini, merupakan bukti nyata bahwa BUMN dapat berbicara banyak  di  dunia.  Danang berharap pencapaian ini,  dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan kembali agar tahun depan bandara yang mendapat penghargaan dari ACI dapat bertambah.

“tapi yang paling sulit adalah bagaimana  kita mempertahankan bahkan menambah lagi   bukan hanya dua bandara  tapi nanti tahun  2017 bandara-bandara yang lain masuk  ke dalam kelas dunia. Ini harapan  kita untuk mempersiapkan diri,” kata Danang dalam jumpa pers,  di Graha Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017.

Dalam jumpa pers, Danang didampingi oleh Co General Manager Commercial Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali Rahadia D Yogisworo dan General Manager Bandara Sutan Hasanuddin, Makassar Cecep Marga Sonjaya.

Sementara itu,  Co General Manager Commercial Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali Rahadia D Yogisworo mengatakan kerja keras yang dilakukan Bandara I Gusti Ngurah Rai akhirnya sebanding apa yang diraih. Pasalnya tidak mudah menyatukan   seluruh pemangku kepentingan yang  ada di dalam Bandara

“Jadi disitu juga ada peran imigrasi bagaimana penanganan  paspor, penanganan passenger  dan segala macam, itu bagian dari pada penilaian juga. Jadi  ada 34 elemen, 13 elemen diantara yang berkaitan dengan fasilitas komersial,” kata Yogi saat diwawancara Redaksi EL JOHN News usai jumpa pers.

Menurut Yogi penghargaan ini menjadi  momentum untuk meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Bali. “Tentunya ini menjadi point  penting bagi kita, untuk mendukung  program pemerintah, khususnya Presiden Jokowi  yaitu  nawa cita yang berkaitan dengan pariwisata.   Bali memberikan kontribusi terhadap turis yang datang ke Indonesia. Tahun lalu ada  10 juta penumpang,, dari jumlah tersebut Bali menyumbang kurang 5,3 juta wisman ke Indonesia,” ucap Yogi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *