Semua Hotel Terisi Penuh Saat Jember Fashion Carnaval 2017 Digelar

0
-jember-fashion-carnaval-jfc-dikuti-empat-daerah-1608273-009

Sungguh luar biasa efek positif  yang dihasilkan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017.  Jelang acara yang dilangsungkan 9-13 Agustus 2017,   seluruh hotel di Jember sudah habis terbooking.  Bagi yang tidak kebagian harus rela menginap di kota tetangga yakni Banyuwangi.  Peristiwa yang dapat mendongkrak pendapatan industry perhotelan di Jember ini, terjadi setiap tahun JFC digelar. Bahkan event ini juga membantu mengkatrol perekonomian di Banyuwangi.

“Hampir setiap tahun okupansi hotel terutama di kawasan kota Jember meningkat selama pelaksanaan JFC. Ini otomatis mendongkrak perekonomian daerah. Tetangga sebelah seperti Banyuwangi juga kecipratan rezeki karena di Jember tidak sanggup menampung pengunjung yang menginap,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno di sela-sela acara JFC 2017, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Menurutnya, hotel di Jember maupun Banyuwangi sudah dapat merasakan dahsyatnya JFC.  Di hari pertama pagelaran JFC yakni pada Rabu, 9 Agustus 2017 sudah terlihat dahsyatnya yakni  okupansi hotel  telah meningkat.  Puncaknya, okupansi hotel terjadi pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017, pasalnya di tanggal itu  banyak wisatawan luar daerah memilih datang ke Jember pada saat Grand Final Carnaval JFC di helar pada hari Minggu, 13 Agustus 2017.

“Selama sepekan terakhir ini juga ada beberapa agenda kegiatan yang mendatangkan tamu-tamu dari luar daerah. Okupansi hotel jadi meningkat tajam,” katanya.

JFC tahun ini benar-benar memberikan keuntungan yang luar biasa bagi Hotel di Jember dan Banyuwangi. Panitia JFC sungguh bahagia meliat moment ini namun disisi lain Panitia harus kerja keras karena harus memberikan solusi bagi wisatawan yang tidak kebagian kamar. Total kamar hotel di Jember yang berjumlah 2.000 kamar tak lagi bisa menampung wisnus, wisman dan ribuan fotografer dalam dan luar negeri. Peningkatan 600 kamar dari tahun 2016 tetap tak bisa mengimbangi lonjakan wisatawan yang datang ke Jember.  “Tahun ini banyak hotel baru. Di 2016 baru 1.400 kamar, sekarang 2.000 kamar, tetap saja kurang,” katanya.

Moment ini bisa dibilang sebagai masa panen raya bagi sejumlah hotel bintang 4 seperti Aston dan beberapa hotel bintang tiga seperti Hotel Panorama, Hotel Royal, dan Cempaka Hill juga ikutan panen raya. Tamu yang menginap bahkan sudah memesan kamar jauh-jauh hari untuk menyaksikan JFC.

Hotel Dafam Lotus Jember malah lebih dahsyat lagi. Meski belum melakukan soft opening, hotel itu tetap diburu wisatawan. Sales dan MICE Manager Olly Aulia Hasan sampai terpaksa membuka puluhan kamar untuk menampung wisatawan.

“Kami sebenarnya belum melakukan “soft opening”, namun karena banyaknya permintaan selama kegiatan JFC, maka kami menyediakan 52 kamar dari total 131 kamar. Ini kami lakukan selama rangkaian kegiatan JFC sejak 9-14 Agustus 2017,” terang Sales dan MICE Manager Olly Aulia Hasan.

Ia mengatakan, jumlah 52 kamar di Hotel Dafam sudah penuh diisi pengunjung JFC pada Sabtu, 12 Agustus 2017,  karena pihaknya hanya menyediakan kamar hotel khusus selama rangkaian kegiatan karnaval busana yang dimotori oleh Dynand Fariz tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah me-warning hal ini. Jember memang bagus di atraksi tapi lemah di amenitas. Solusinya adalah, amenitas temporary.

“Saya pernah mengusulkanagar masyarakat memanfaatkan momen ini dengan menyewakan kamarnya sebagai homestay. Contohnya kamar kost, dengan disewakan untuk pengunjung JFC selama 4 hari. Itu bisa lebih besar hasilnya dibanding disewakan selama sebulan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Sebab itu, Menpar Arief Yahya mendorong Jember untuk membuat atraksi lebih banyak lagi. Apalagi, sekarang Jember sudah ditetapkan sebagai destinasi Carnaval. Banyaknya atraksi diyakini akan meng-attract orang untuk datang berkunjung dan investor tidak ragu lagi membangun amenitas.

“Banyuwangi itu punya 72 event, Solo punya 53 event. Daerah lain boleh belajar dari JFC, tapi Jember juga harus belajar dari daerah lain. Setahun itu kan tidak hanya 5 hari buat JFC, tapi ada 360 hari. Jadi ada banyak hari untuk bisa dimanfaatkan bikin atraksi,” ujar Menpar Arief Yahya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *