Seniman Indonesia Berhasil Perkenalkan Seni & Budaya Indonesia ke Eropa Melalui Europalia Arts Festival
Seniman Indonesia berhasil menyelesaikan tugasnya untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Eropa di acara Europalia Arts Festival Indonesia. Festival yang ke 26 ini, sudah berlangsung selama 80 hari dari 104 hari yang dijadwalkan, dimulai dari 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018. Indonesia hadir di festival ini sebagai tamu kehormatan ke 19, untuk mempertunjukan seni dan budaya ke berbagai negara di Eropa seperti Belgia, Belanda. Inggris, Prancis, Jerman, Austria dan Polandia.
Karya dan seni budaya Indonesia yang ditampilkan para seniman Indonesia di festival ini meliputi berbagai bidang, antara lain bidang seni rupa, seni pertunjukan, musik, sastra, film dan komik. Untuk film, akan dilangsungkan pada bulan Januari 2018. Kini 316 seniman Indonesia telah balik ke tanah air dan mereka telah berhasil menyuguhkan 195 acara. Masih ada 32 acara lagi yang belum dilangsungkan .
Kamis, 28 Desember 2017, di Gedung A Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (Kemendikbud), para kurator yang mewakil bidang yang dipertunjukan di festival tersebut, menggelar jumpa pers bersama Direktur Jenderal Kemendikbud Hilmar Farid.
Kepada awak media, para kurator menceritakan pengalaman dan manfaat yang didapat setelah mengikuti Europalia Arts Festival Indonesia. Kurator musik Nyak Ina Raesuki misalnya, yang berbagi pengalamannya saat para seniman musik Indonesia tampil dihadapan masyarakat Eropa. Wanita yang akrab disapa Mba Ubiet ini, mengatakan penampilan para seniman musik Indonesia berhasil membuka mata masyarakat eropa bahwa Indonesia itu memiliki beragam kesenian.
“Penonton di Eropa itu tidak tau musik Indonesia, mereka hanya tau gamelan dan itu gamelan Jawa. Jadi begitu mereka melihat ternyata kita betul-betul muka kesenian Indonesia itu banyak sekali . Mereka kaget, tiba-tiba ada DJ yang berbahasa Jawa atau wayang Hip-Hop,” kata Ubiet.
Hal senada juga disampaikan Kurator Seni Rupa Alia Swastika. Alia mengatakan yang menarik dari Festival ini adalah tidak adanya intervensi dari korator eropa selaku tuan rumah terhadap karya yang dibuat seniman Indonesia.
“Yang menarik bagi saya project Europalia ini, kita tidak didikte oleh kurator erupa dan kita punya posisi tawar yang cukup tinggi untuk terus membicarakan ini dalam perspektif yang kritis. Jadi pameran ini dibuka, orang-orang sudah sangat kagum,” ujar Alia.
Selain pengalaman, tidak sedikit para seniman Indonesia setelah mengikuti Europalia Art Festival, mendapat tawaran dari negara lain untuk bisa mempertunjukan karyanya di event yang berbeda. Salah satunya, tawaran itu datang untuk para seniman komik Indonesia.
“Ada tiga tawaran untuk mengelilingkan pameran komik Indonesia itu satu di London dan italia bulan juni tahun depan, untuk mempertunjukan komik Indonesia,” kata Kurator Komik Hikmat Darmawan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan tujuan dari Europalia Arts Festival adalah dapat memperkenalkan kesenian Indonesia sehingga masyarakat Eropa mengetahui akan keberagaman kesenian yang ada di Indonesia.
“Yang utamanya publik di sana menyambut dan melihat kemungkinan-kemungkinan baru. Saya kira hasil yang sangat penting yah . Yang saya bisa pastikan buat kita sendiri efeknya besar . Temen-temen seniman yang ikut ini bukan pertama kali di luar negeri, yang baru ikut platporm ini dapat berlanjut di masa mendatang, kata Hilmar .
Hilmar tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para kurator yang bekerja keras untuk dapat menampilkan karya terbaik para seniman Indonesia di Eropa.
“Terima kasih kepada para kurator atas kerja keras selama dua tahun, pasti ada jatuh bangunnya. Dan banyak pengalaman bersama-sama dan saya sangat berterima kasih bisa jalan bareng di dalam paltporm ini dan berharap dapat mengembangkannya di masa mendatang,” ujar Hilmar diakhir jumpa pers.

