Seskab Teddy Bantah Lawatan Prabowo Bebani APBN

0
WhatsApp-Image-2026-02-03-at-13.05.50

Seskab Teddy Indra Wijaya sedang memberikan keterangan pers (Foto: Humas Setkab)

El John News, Jakarta-Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara tidak memberikan beban tambahan terhadap anggaran negara. Menurutnya, seluruh biaya yang melebihi alokasi resmi yang telah disiapkan pemerintah ditanggung langsung oleh Presiden Prabowo menggunakan dana pribadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Teddy untuk merespons kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden. Ia menilai penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan perjalanan Presiden sebenarnya telah beberapa kali disampaikan kepada masyarakat.

“Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy dalam video yang diunggah Youtube Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).

Teddy juga menekankan bahwa pemerintahan saat ini menerapkan prinsip efisiensi dalam setiap perjalanan kenegaraan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengurangi jumlah anggota rombongan yang mendampingi Presiden dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Menurut dia, jika pada masa lalu jumlah peserta dalam satu kunjungan luar negeri bisa mencapai lebih dari 120 orang, kini rombongan yang menyertai Presiden Prabowo dibatasi hanya sekitar 50 hingga 60 orang.

“Kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal,” ujarnya.

Selain membahas persoalan anggaran, Teddy juga menjelaskan mengenai mekanisme penentuan agenda diplomasi Presiden. Ia mengatakan keputusan terkait pertemuan yang harus dilakukan secara langsung maupun yang cukup dilakukan melalui komunikasi jarak jauh merupakan hasil pertimbangan Presiden bersama Menteri Luar Negeri Sugiono.

Menurut Teddy, Presiden memahami secara mendalam prioritas diplomasi Indonesia dan mengetahui forum internasional mana yang perlu dihadiri secara langsung untuk memperjuangkan kepentingan nasional.

“Beliau-beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana pertemuan yang bisa langsung ataupun cukup mengenakan telepon, mana pertemuan yang perlu diberitakan, mana yang tidak diberitakan,” kata Teddy.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa masukan dari berbagai pihak, termasuk Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior, tetap dihargai oleh pemerintah. Namun, Teddy mengingatkan agar perdebatan mengenai kunjungan luar negeri Presiden tidak mengesampingkan berbagai hasil dan capaian diplomasi yang telah diperoleh Indonesia di tingkat internasional.

“Saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan. Ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,” pungkasnya.

Teddy menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengedepankan efektivitas dan efisiensi dalam setiap agenda diplomasi luar negeri, sekaligus memastikan seluruh kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kepentingan bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *