Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Masih Rendah

0
175992490468e652a8552e38.36523884

Menkes Budi Gunadi sedang diwawancarai sejumlah awak media (Foto: Humas Kemenkes)

El John News, Jakarta-Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa risiko penyebaran penyakit Ebola di Indonesia saat ini masih berada pada tingkat rendah. Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap pelaku perjalanan internasional yang datang dari wilayah terdampak wabah.

Menurut Budi, karakteristik penularan Ebola berbeda dengan penyakit pernapasan seperti COVID-19. Virus Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita sehingga peluang penularannya tidak semudah virus yang menyebar melalui udara.

“Ebola teman-teman mesti tahu dia penularannya melalui cairan ya. Jadi tidak semudah COVID ia menularkannya,” kata Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan penilaian bahwa wabah Ebola memang berisiko bagi negara yang menjadi pusat penyebaran, seperti Kongo. Namun, untuk negara lain, termasuk Indonesia, tingkat risikonya dinilai sangat rendah.

“WHO sudah memberikan guidance bahwa ini berisiko untuk daerah negara itu (Kongo) tapi berisiko sangat rendah untuk negara-negara lain,” ujarnya.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan tetap melakukan langkah antisipasi di pintu masuk negara. Pengawasan difokuskan pada kedatangan warga atau pelaku perjalanan yang berasal dari wilayah yang tengah menghadapi penyebaran Ebola.

“Yang perlu kita jaga adalah kalau ada orang dari Kongo yang masuk itu saja yang kita jaga,” kata Budi.

Menkes juga menilai Indonesia memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan negara-negara yang menjadi pusat transit penerbangan internasional. Negara seperti Uni Emirat Arab dan Singapura memiliki lalu lintas penumpang global yang jauh lebih tinggi sehingga potensi paparan dari berbagai wilayah dunia juga lebih besar.

“Dan kita bukan negara hub kan? Ada beberapa seperti Dubai, Singapura itu negara-negara yang traffic-nya banyak dari dunia. Nah itu itu lebih berisiko,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Budi, terus memantau perkembangan situasi Ebola di tingkat global melalui laporan WHO. Selain itu, pengawasan terhadap pelaku perjalanan dari negara terdampak akan tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan agar Indonesia terhindar dari potensi masuknya kasus Ebola.

Dengan pemantauan yang terus berjalan dan tingkat risiko yang dinilai rendah oleh WHO, pemerintah optimistis kondisi di Indonesia masih aman. Namun masyarakat tetap diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan penyakit menular di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *