Setelah Jadi UNESCO Global Park, Konsep 3A Untuk Rinjani dan Ciletuh Ditingkatkan
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada UNESCO yang telah menetapkan Gunung Rinjani dan Geopark Ciletuh sebagai UNESCO Global Park. Menpar mengatakan bukan hal yang untuk mendapat gelar tersebut, butuh perjuangan yang harus ditempuh.
Namun sekarang terbayarkan, gelar dari UNESCO sudah dipegang kedua destinasi alam tersebut. Dengan gelar ini maka promosi Gunung Rinjani dan Geopark Ciletuh akan semakin mudah.
“Butuh perjuangan untuk mendapatkan UGG tersebut. Kalau kita sudah mendapatkan UGG, berarti kita semakin gampang mempromosikannya kepada dunia,” ungkap Arief usai membuka di Hotel Red Top Jakarta.
Bukan hanya promosi, namun konsep 3A (aksesibilitas, atraksi dan amenitas) juga harus ditingkatkan. Konsep 3A memiki peran penting dalam memperkenalkan destinasi wisata kepada dunia, apalagi destinasi wisatanya sudah telah menyandang gelar prestisus dari ogranisasi tertinggi di dunia.
“Langkah selanjutnya ya seperti biasa, kita akan meningkatkan aksesibilitas, atraksi dan amenitas dari kedua destinasi tersebut,” tambah Arief.
Arief juga mengatakan untuk selanjutnya akan mengusulkan dua destinasi lagi untuk diakui UNESCO.
“Kita hanya bisa mengusulkan dua geopark per tahun. Untuk selanjutnya kita akan usulkan Danau Toba dan Belitung. Kita ada tim khusus untuk itu,” tutup Arief.
Seperti diketahui Gunung Rinjani di NTB dan Geopark Ciletuh resmi menyandang gelar sebagai UGG. Pengesahan ini disampai dalam Executive Board Unesco ke-204, Komisi Programme and External Relations, Kamis, 12 April 2018, di Paris, Prancis.
Selain Ciletuh, UNESCO juga mengesahkan 12 geopark dari 11 negara sebagai UGG. Untuk menjadi UGG, ada tiga unsur keberagaman yang harus dipenuhi yaitu geodiversity, biodiversity, dan culture diversity. (Sumber Detik)
