Shining Beyond Borders: Perjalanan Monica Menuju World Miss University 2025

0
STA_5746

Monica Tri Jayanti, Putri Binaan Yayasan El John Indonesia, resmi diumumkan sebagai perwakilan Indonesia di ajang World Miss University 2025. Pengumuman ini disambut hangat oleh berbagai pihak yang mengikuti perkembangan kariernya sejak awal. Monica menyebut momen tersebut sebagai titik penting dalam perjalanan hidup pribadi yang sedang ia bangun.

Dalam wawancara, Putri Binaan Yayasan El John Indonesia membagikan pandangannya tentang kesempatan besar ini. Ia menegaskan bahwa proses menuju panggung internasional memberi makna mendalam bagi dirinya. “Kesempatan ini aku lihat sebagai salah satu bab penting dalam perjalanan hidup aku. Ini tentang proses bertumbuh, belajar, dan membuktikan ke diri sendiri bahwa mimpi besar selalu punya ruang untuk diwujudkan selama kita berani melangkah,” ujarnya.

Saat terpilih mewakili Indonesia, Monica mengaku merasakan emosi kuat yang datang bersamaan dalam satu waktu. Ada rasa bangga yang tumbuh, sekaligus haru yang membuatnya semakin mantap melangkah. “Jujur, perasaannya campur aduk, bangga, terharu, dan juga termotivasi. Mewakili Indonesia adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar,” tuturnya.

Rasa syukur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan ini. Monica merasa diberi kesempatan besar untuk mengenalkan identitas Indonesia ke panggung dunia. “Aku merasa sangat bersyukur karena diberikan kepercayaan untuk membawa nama negara dan budaya kita ke panggung internasional,” tambahnya dengan suara penuh kehangatan.

Menjelang keberangkatan ke World Miss University 2025, Monica menjalani rangkaian persiapan yang terstruktur. Ia memusatkan fokus pada penguatan kemampuan diri agar tampil percaya diri dalam setiap segmen kompetisi. “Saat ini aku sedang fokus mempersiapkan semuanya secara menyeluruh mulai dari public speaking, advocacy, national costume, hingga mental training dan self-discipline,” jelasnya.

Ia juga memandang persiapan sebagai proses pembentukan karakter. Monica menilai komponen kompetisi tidak hanya berada pada penampilan luar, tetapi juga keteguhan mental dan pengetahuan. “Aku percaya persiapan yang matang bukan hanya soal fisik dan penampilan, tapi juga karakter, wawasan, dan konsistensi,” katanya.

Dalam perjalanan panjang menuju ajang internasional ini, dukungan orang-orang terdekat menjadi kekuatan yang tidak tergantikan. Monica menyebut bahwa kehadiran mereka memberikan ketenangan dan keberanian. “Dukungan terbesar datang dari keluarga, orang-orang terdekat, dan teman-teman yang selalu percaya pada kemampuan aku bahkan di saat aku meragukan diri sendiri,” ujarnya.

Ia masih mengingat kalimat penyemangat yang selalu mereka ucapkan. “Mereka yang selalu bilang: ‘Jalan ini memang buat kamu.’ Itu yang bikin aku terus maju,” sambungnya. Kalimat sederhana itu menjadi energi besar di setiap hari persiapannya.

Berbicara mengenai harapan, Monica membawa visi besar untuk menunjukkan kapasitas generasi muda Indonesia. Ia ingin membuktikan bahwa anak muda memiliki ruang untuk berbicara dan didengar oleh dunia. “Harapan terbesar aku membawa pulang kebanggaan untuk Indonesia, bahwa generasi muda Indonesia punya kualitas, karakter, dan suara untuk didengar di panggung dunia,” katanya.

Monica juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Yayasan El John Indonesia, terutama kepada Daddy Johnnie, yang selama ini menjadi jembatan bagi banyak anak muda Indonesia. “Untuk Yayasan El John Indonesia dan khususnya Daddy Johnnie, terima kasih untuk kepercayaan dan kesempatan luar biasa ini,” ucapnya. Ia menutup dengan janji untuk membawa nama Indonesia dengan bangga, hormat, dan penuh tanggung jawab.

Devin Tria Saputro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *