Siap Digelar Pada Agustus, IITCEF 2022 Diharapkan Dapat Bantu Bangkitkan Sektor Parekraf

0
WhatsApp Image 2022-04-29 at 15.13.52 (5)

Event pariwisata berskala dunia akan hadir di Indonesia pada Agustus 2022. Event tersebut, bertajuk Indonesia International Tourism & Creative Economy Forum (IITCEF) 2022,  yang akan dihelat pada 11-13 Agustus 2022 di The Kasablanka Hall Jakarta.

Event yang berlangsung secara hybrid  ini,  merupakan hasil kolaborasi  PATA Indonesia, ASITA, TRANS EVENT dan GlobalExhibit serta didukung oleh Kota Kasablanka Mall. Pada Kamis sore (28/04/2022), IITCEF 2022 resmi diluncurkan oleh para pendirinya di Wayang Bistro Kota Kasablanka Mall.

IITCEF 2022 yang rencananya akan dibuka oleh  Presiden RI Joko Widodo (Joko Widodo) ini, merupakan merupakan bagian dari G20 Spirit yakni sebuah gerakan bersama untuk mengumpulkan semua pemangku kepentingan di bidang Pariwisata & Ekonomi Kreatif untuk mendukung Indonesia yang saat ini memegang Presidensi G20.

IITCEF 2022 merupakan pameran wisata yang melibatkan para biro perjalanan wisata yang berada di bawah naungan ASITA. Mereka akan ikut ambil bagian menawarkan paket wisata menarik dengan harga terjangkau. Tak mau kalah, para pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif juga akan unjuk gigi di event ini.

Selain itu,  masih  ada kegiatan menarik lainnya yang akan disuguhkan di IITCEF 2022, antara lain pemutaran film, diskusi dan  penandatanganan MoU dengan stakeholder pariwisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf) Sandiaga Uno mengapresiasi ide dan  gagasan para stakeholder yang membuat IITCEF 2022. Kolaborasi antara stakeholder sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah membangkitkan kembali kejayaan pariwisata nasional

“Dalam menjalankan bisnis, saya mengajak ASITA, PATA Indonesia, GlobalExhibit dan Trans EVENT yang menjadi co founder IITCEF untuk terus  berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah khususnya Kemenparekraf serta Ambassador dan CEO Club  guna mensukseskan event ini pada 11 sampai 13 Agustus 2022 di Hall Mall Kota Kasablanka.serta merupakan rangkaian dari  G20 Spirit. Semoga event ini dapat memberikan manfaat dan nilai tambah terhadap pariwisata dan industri ekonomi kreatif kita,” kata Menparekraf melalui sambungan video conference.

Executive Director PATA Indonesia Chapter Agus H Canny mengatakan IITCEF 2022 merupakan bagian dari upaya stakeholder  dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata yang sempat tenggelam akibat hantaman pandemi Covid-19.

“Kami mencoba untuk bangkit bersama dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yaitu Kementerian, Pemerintah Daerah, dunia usaha, komunitas, dunia pendidikan dan tentu saja media massa dalam mempersiapkan event ini” kata  Canny yang hadir di acara peluncuran mewakili Ketua Umum PATA Indonesia Purnomo Siswoprasetjo.

Agus berharap  event ini, juga  dapat meningkatkan pergerakan penumpang pesawat untuk berwisata sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi.

“Kalo kami dari PATA itu melihat masalah permintaan. Jadi kalau jumlah pembelinya naik harganya akan turun. Kalau pergi ke Sulawesi cuma dua orang, jadi pesawatnya kosong itu tidak menutup sehingga  angkanya naik. Nama masa pandemi sekarang itu jumlah penumpang kan turun itu angka pasti naik, nah  event ini untuk menstimulasi supaya terjadi lagi pergerakan kalau ada terjadi pergerakan menuju ke satu destinasi atau ke objek wisata atau ke daya tarik wisata ini akan meningkatkan jumlah keberangkatan maka lama kelamaan akan turun, jadi kegiatan ini salah satu tujuannya untuk mengungkit itu.” Ujar Agus.

Sementara itu Ketua Umum DPP ASITA Dr N. Rusmiati, M.Si menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan seluruh anggota ASITA pada event ini. Selain itu, para asosiasi pariwisata lain juga akan didorong untuk menjalin kerja sama mensukseskan IITCEF 2022.

Menurut Rusmiati, event ini menjadi peluang emas untuk mempromosikan destinasi-destinasi yang tersebar di 34 provinsi

“Ini kesempatan kita untuk mempromosikan 34 provinsi, karena biasanya kita sangat sulit untuk mempromosikan 34 provinsi ini. Bayangkan misalnya ke Kuala Lumpur itu lebih murah harganya daripada ke Bali atau apalagi ke NTT. Saya waktu membuat riset di NTT, karena saya tahu, waktu saya riset ke NTT Cuma 2 persen kedatangan dari Bali, saya tanya alasannya kenapa karena mahal. Mudah-mudahan nanti kita bekerjasama dengan airlines, semuanya bisa menjadikan  harga yang kompetitif,”  tutur Rusmiati.

 Direktur Utama TRANS Event Iko Wisprantoko, IITCEF 2022 mengatakan tak hanya sebatas event yang menawarkan perjalanan wisata namun banyak manfaat yang lahir dari event ini, khususnya dalam mengembangkan industri pariwisata yang imbasnya dapat membantu memulihkan perekonomian.

“Nantinya yang kita harapkan di forum IITCEF ini ada penandatanganan dengan stakeholder, artinya apa, kita bikin komitmen aja, misalkan PATA dengan Jababekanya akan tandatangan kesepakatan satu tahun menggunakan travel agent atau dengan maskapai dengan nilai kontrak yang disepakati kedua pihak,” imbuh Iko.

Itu yang tahu yang sebenarnya kita laporkan kepada Kementerian. Ini loh pak yang sudah ada komitmen atau penandatanganan MoU bahwa pariwisata itu seperti ini nah ini adalah fasilitasnya. Jadi kenapa kita buat seperti ini supaya kita coba nih sekarang ayo larian-larian nih, dulu-duluan karena supaya bangkit lagi, ekonomi kreatif lebih bangkit lagi khususnya destinasi pariwisata akan lebih terdorong lagi

CEO GlobalExhibit Grace Sabandar mengatakan event ini akan menjadi event yang besar karena menjangkau banyak negara, termasuk negara-negara G20.

“Sebagai inisiator G20 Spirit, saya melihat bahwa event IITCEF 2022 ini adalah wujud nyata dari Recover Together, Recover Stronger yang merupakan tema besar dari Presidensi G20 Indonesia. Ambassador & CEO Club juga mendukung penuh acara ini, dan kami akan melibatkan tidak saja negara-negara anggota G20, tetapi juga negara lain untuk berpartisipasi baik dalam pameran, forum diskusi, dan lain-lain,” Ungkap Grace.

Direktur PT Tamam Wahana Jim Tehusijarana mengucapkan terima kasih kepada pendiri IITCEF 2022 yang telah memilih The Kasablanka Hall sebagai venue event akbar ini.

“Saya excited sekali mendukung acara ini, karena menurut saya kita tidak bisa berjalan sendiri semua perlu berkolaborasi, karena memang industri pariwisata dan ekonomi kreatif menurut saya kenanya duluan dan mungkin bangkitnya belakangan. Kalau masing-masing bekerja sendiri-sendiri kita tidak bisa membangkitkan pariwisata,” ujar Jim

“Pada waktu itu,  saya diceritakan mengenai idenya dan visinya seperti apa, lalu  saya excited sekali, karena saya percaya dengan melakukan kegiatan seperti ini,  kita bukan saja membangkitkan industri, kita tetapi menunjang spirit internasional untuk melihat Indonesia sebagai salah satu destinasi untuk MICE dan juga destinasi,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *