Spokle Aplikasi ABK Tersedia di Google dan Apple Store
Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak mempengaruhi hidup manusia menjadi lebih baik dan mudah. Ini juga yang menginspirasi peluncuran Spokle, aplikasi smartphone yang bisa membantu anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan kemampuan optimal dalam hal komunikasi.
Spokle diluncurkan serentak di enam negara Asia Pasifik untuk menghubungkan orang tua ABK dengan para ahli profesional dari seluruh dunia. Di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia dan New Zeland.
“Aplikasi ini menjadi bisa menjadi pelengkap terapi atau penanganan, sebagai jawaban dari keresahan para orang tua dari ABK di mana kini mereka dapat memperoleh dukungan serta bimbingan dari para ahli profesional dengan cara yang sangat terjangkau, nyaman dan tanpa hambatan geografis,” ujar Elisabeth Yunarko, pendiri Spokle ketika launching di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dengan mengunduh Spokle di Google Play dan Apple Store, keluarga dan anak-anak yang memiliki kesulitan-kesulitan dalam berkomunikasi, seperti keterlambatan bicara atau bahasa serta kebutuhan yang lebih kompleks seperti gangguan spektrum autisme, akan dengan mudah mendapatkan akses terapi dari ahli terapis wicara dan bahasa bahkan untuk mereka yang berada di lokasi yang terpencil sekalipun.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 160 anak-anak mengidap autisme dan sebanyak 1 dari 20 diantaranya memiliki tantangan integrasi sensorik, meskipun banyak asumsi lain yang menyatakan bahwa jumlahnya lebih tinggi. Psikolog, penulis dan dosen Rosdiana Setyaningrum menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi oleh banyak keluarga di Indonesia, “Dalam pengalaman klinis saya, bagi setiap keluarga yang mampu mengakses bantuan profesional, masih lebih banyak lagi yang tidak mendapatkannya, dan ini benar-benar menjadi masalah nyata.”
Lebih lanjut, Rosdiana mengatakan bahwa sulit bagi keluarga untuk mendapat bantuan yang dapat dipercaya. “Kurangnya jumlah terapis wicara dan tenaga profesional spesialis lainnya, juga mahalnya biaya pengobatan, lokasi terpencil, stigma sosial, dan kurangnya koneksi masyarakat yang membuat kehidupan sehari-hari menjadi sangat sulit bagi keluarga dengan anak-anak berkebutuhan khusus ini “.
Aplikasi ini dirancang melalui serangkaian riset yang cukup lama dan melibatkan para Ahli Bahasa dan Terapi Wicara dari Australia dan Selandia Baru. Ke depannya, akan terus dikembangkan yang tak menutup kemungkinan kerjasama dengan para ahli di Indonesia.
Andrew Kendrick, terapis bersertifikasi internasional yang juga Pimpinan Terapis Spokle berujar, “Spokle dirancang khusus oleh para profesional untuk mendorong setiap anggota keluarga untuk terhubung dan terlibat langsung melalui cara yang menyenangkan serta berbagai kegiatan berbasis keluarga. Lewat pendekatan dan strategi komunikasi tertentu untuk anak kerbebutuhan khusus.”
Selain untuk para orang tua, aplikasi ini sangat disarankan untuk digunakan oleh seluruh anggota keluarga agar mempercepat proses perkembangan sensorik sesuai yang diharapkan. Di mana terdapat topik-topik seperti pengembangan keterampilan komunikasi anak, integrasi sensorik, penanganan perilaku, hingga program pembelajaran berbasis video yang dapat dipilih. Jumlahnya pun lebih dari 300 video pilihan yang berisi contoh nyata sehari-hari. Selain berisi berbagai topik dan program pembelajaran berbasis video, Spokle dilengkapi kuis sederhana untuk melacak perkembangan anak.
