Tawarkan Dialog Damai, Indonesia Siap Jadi Mediator Konflik di Timur Tengah

0
presidenri.go.id-04032026090737-69a793e95deae0.91269401

Presiden RI Prabowo Subianto sedang menggelar pertemuan dengan para Tokoh Bangsa membahas situasi di Timur Tengah, 3 Maret 2026 (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perdamaian di tengah dinamika situasi yang berkembang di kawasan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan dan bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Dalam pernyataannya, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden telah menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu. Penekanan ini disampaikan Presiden saat menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh bangsa di Istana Merdeka Jakarta, pada Selasa malam (3/3/2026).

“Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang. Kita akan melihat apa yang akan terjadi. Namun, seperti yang tadi disampaikan Bapak Presiden, apa pun yang akan terjadi kita harus siap menghadapi segala kemungkinan,” ujar Sugiono usai pertemuan.

Sugiono juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran. Dalam percakapan tersebut, kedua pihak saling menyampaikan posisi masing-masing terkait eskalasi yang terjadi.

“Kami menyesalkan gagalnya perundingan yang kemudian berakibat pada meningkatnya eskalasi. Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan setiap negara”

Sugiono (Menteri Luar Negeri RI)

Lebih lanjut, Indonesia kembali mendorong semua pihak untuk kembali ke meja perundingan guna mencegah konflik yang lebih luas. Pemerintah juga menyampaikan kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk berperan sebagai mediator apabila kedua belah pihak menghendaki.

“Kami menyampaikan keinginan Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Jika kedua belah pihak berkeinginan, Indonesia siap menjadi jembatan dari perbedaan”

Selain itu, Indonesia turut menyampaikan keprihatinan atas dampak serangan yang dirasakan sejumlah negara di kawasan. Pemerintah menegaskan bahwa diplomasi dan dialog tetap menjadi jalan utama dalam menyelesaikan konflik.

Dengan posisi tersebut, Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai negara yang konsisten mendorong penyelesaian damai dan menjunjung tinggi prinsip kedaulatan serta integritas wilayah dalam hubungan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *