“Teladan dari Tiongkok” Buku Karya Dahlan Iskan Tentang Negeri Tirai Bambu Resmi Diluncurkan
Dahlan Iskan berbagi pengalamannya saat mengunjungi Tiongkok sejak tahun 1986. Menteri BUMN 2011-2014 ini menuangkan pengalamannya ke dalam sebuah buku bertajuk “Teladan dari Tiongkok”.
Buku tersebut resmi diluncurkan pada Sabtu (19/08/2023) di Sekretariat Perhimpunan INTI, MGK Kemayoran, Jakarta Pusat. Selain peluncuran, juga digelar acara bedah buku yang dihadiri sang penulis, Dahlan Iskan; Ketua Umum Perhimpunan INTI Teddy Sugiyanto; Direktur Bisnis Internasional di Gentala Institute Gandhi Priambodho; Redaktur Disway Novi Basuki; Direktur Kajian Komunikasi Strategis, Gentala Institute Christine Susanna Tjhin; perwakilan Yayasan Obor Indonesia” dan sejumlah pimpinan Perhimpunan INTI antara lain Harris Chandra dan Muljawan Jahja
Buku ini merupakan hasil kerjasama Disway, China Media Group, Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan Gentala Institute. Acara peluncuran dan bedah buku ini difasilitasi oleh Perhimpunan INTI dan Gentala Institute.

Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia ini, menyuguhkan jawabannya dengan ragam cerita hasil tulisan Dahlan Iskan yang menarik untuk dibaca, mulai dari Tiongkok dan pemerintahan komunisnya, pembangunan besar-besaran yang dilakukan Tiongkok, digitalisasi dan pemerataan ekonomi, serta politik Tiongkok dan hubungan luar negerinya.
Dahlan Iskan mengatakan dirinya sering ke Tiongkok karena kemajuan Tiongkok yang begitu cepat. Selama mengunjungi Tiongkok, ia mempelajari dari segala hal yang ada di Tiongkok, mulai dari Pembangunan, warganya hingga hubungan Tiongkok dengan negara lain.
“Waktu itu, setiap enam bulan saya harus paksakan ke Amerika karena di sanalah negara ideal, sehingga saya belanja ide istilahnya di sana. Tetapi setelah Tiongkok maju, maka saya tidak wajib lagi ke Amerika. Saya mewajibkan diri setiap enam bulan harus ke Tiongkok. Istilahnya belanja semangat,” tutur tokoh Pers Nasional ini.

“Jadi, kalau di Indonesia lagi agak frustasi, lagi agak males-males, saya ke Tiongkok. Melihat di sana orang itu kerja semangat sekali, sehingga saya harus belanja semangat,” imbuhnya.
Dahlan Iskan mengajak semua pihak untuk tidak memandang Tiongkok saat ini dengan cara-cara pandang era Perang Dingin.
“Dengan segala kemajuan pembangunan, perkembangan teknologi, dan semua dinamika yang terjadi di Tiongkok, yang tertuang secara unik dalam buku ini sangat menarik untuk disimak,” ujar Dahlan Iskan.
Ketua Umum Perhimpunan INTI Teddy Sugianto menyampaikan sedikit catatan mengenai Tiongkok, sejak tahun 2018 bekerjasama dengan Kedubes Tiongkok di Indonesia, Perhimpunan INTI telah memberikan program beasiswa kuliah gratis S1 S2 S3 ke Tiongkok kepada hampir 300 anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Pihaknya berharap ini menjadi salah satu kontribusi nyata dalam memajukan Indonesia, sejalan dengan apa yang diamanatkan pak Presiden Jokowi kepada INTI,” kata Teddy.
“Membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi dengan percepatan investasi mendatangkan investor dari Tiongkok dan peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi muda Indonesia,” tambahnya.

Direktur Bisnis Internasional di Gentala Institute, Gandhi Priambodho memberikan apresiasi kepada Dahlan Iskan. Menurutnya permintaan kepada Dahlan Iskan untuk menulis buku tentang Tiongkok datang dari masyarakat Tiongkok itu sendiri.
“Sebagai salah satu tokoh yang berjasa dalam mendorong hubungan bilateral yang lebih berkualitas, pemikiran dan pengalaman beliau patut dipelajari oleh generasi-generasi muda Indonesia,” tutur Gandhi.
