Temani Ngabuburit, Ini 5 Film Religi Indonesia yang Cocok Ditonton di Bulan Ramadan
Menonton film religi saat ngabuburit di bulan Ramadan adalah salah satu kegiatan yang mengasyikan. Selain itu, perjalanan para tokoh dapat memberikan inspirasi atau pelajaran yang bisa dipetik.
Bila kamu sedang mencari tontonan di bulan Ramadan, berikut beberapa rekomendasi film Indonesia bernuansa Islam yang wajib ditonton.
Mencari Hilal

Dirilis pada tahun 2015, film ‘Mencari Hilal’ menceritakan konflik ayah dan anak, yakni Mahmud (Deddy Sutomo) dan Heli (Oka Antara). Mahmud merupakan seorang pendakwah yang rela meninggalkan semua yang ia miliki demi menyampaikan ajaran yang ia pahami. Namun, cara mendakwahnya membuat banyak orang tak menyukainya, termasuk sang anak, Heli.
Heli merupakan putra Mahmud satu-satunya yang menjadi aktivis lingkungan. Heli menganggap cara berdakwah ayahnya sudah kuno dan tidak memiliki imbas sosial seperti kegiatannya. Sementara Mahmud menganggap anaknya sudah jauh dari agama.
Suatu hari, Mahmud merasa resah karena Kementerian Agama diduga melakukan pemborosan hanya untuk menentukan hilal. Berbekal ajaran di pesantrennya dulu, Mahmud ingin membuktikan bahwa mencari hilal tidak memboroskan uang negara. Ia bersama Heli melakukan perjalanan panjang meski mereka kerap beradu argumen.
Ajari Aku Islam

Film ‘Ajari Aku Islam’ dirilis pada 2019 dan mengambil latar di Medan. Film ini mengisahkan kisah cinta antara Fidya (Cut Meyriska) yang merupakan seorang Muslimah melayu dan Kenny (Roger Danuarta) yang merupakan pemuda Tionghhoa non muslim.
Kenny tertarik untuk mempelajari Islam, dan hal itulah yang membuat Fidya juga mulai jatuh cinta. Sayangnya, kisah cinta mereka terhalang oleh perbedaan agama dan budaya. Di sisi lain, orang tua Kenny berharap anaknya menikah dengan seorang wanita keturunan Tionghoa bernama Chelsea Tan (Shinta Naomi), serta Fidya yang kembali berurusan dengan cinta lamanya, yakni Fahri (Miqdad Addausy).
99 Cahaya di Langit Eropa

Tayang pada tahun 2013, film ’99 Cahaya di Langit Eropa’ bercerita tentang Hanum (Acha Septriasa) yang berhenti dari pekerjaannya untuk menemani suaminya Rangga (Abimana Aryasatya) kuliah doktorat di Vienna, Austria.
Hanum merasa bosan di Austria, ia lantas mencari pekerjaan hingga akhirnya dipertemukan dengan Fatma (Raline Shah), seorang wanita Turki yang juga sedang mencari pekerjaan. Dari Fatma, baik Hanum maupun Rangga banyak belajar tentang sejarah Islam di Eropa yang dibawa bangsa Turki.
Film ’99 Cahaya di Langit Eropa’ mempunyai film lanjutan yang rilis pada tahun 2024. Film ’99 Cahaya di Langit Eropa 2′ bercerita tentang Hanum dan Rangga yang melakukan perjalanan untuk mengungkap rahasia Islam di Eropa. Mereka lalu menjelajah kota Cordoba yang terletak di Selatan Spanyol. Dilanjutkan pencarian Fatma di kota Istanbul, Turki.
Mengejar Surga

Film Indonesia bernuansa Islami selanjutnya adalah ‘Mengejar Surga’. Film yang tayang pada 2022 ini bercerita tentang seorang Muslimah bernama Atikah (Jessica Mila) yang ingin menikah dengan Iqbal.
Namun, yang menjadi pemasalahan adalah ayahnya telah meninggalkannya dan ibunya sebelum Atikah lahir. Suatu hari, Atikah mengetahui bahwa ayahnya selama ini menetap di Belanda. Bermodal nekat, ia lantas pergi ke Belanda.
Ayat-Ayat Cinta

Film Ayat-Ayat Cinta merupakan salah satu film Indonesia yang banyak ditonton. Film ini bahkan mempunyai film lanjutan berjudul ‘Ayat-Ayat Cinta 2’.
Pada Ayat-Ayat Cinta 1, bercerita tentang seorang pemuda bernama Fahri (Fedi Nuril) yang berusaha mengejar gelar master di Al-Azhar, Mesir. Selain berkuliah, ia juga menjadi penerjemah buku-buku agama.
Fahri adalah pemuda yang mempunyai prinsip tidak pacarana sebelum menikah. Ia bahkan kurang mampu memulai percakapan dengan wanita. Di antara banyaknya wanita yang mendekati Fahri, ada satu wanita bernama Aisha (Rianti Cartwright) yang memiliki mata indah sehingga Fahri jatuh cinta kepadanya.
Sedangkan pada ‘Ayat-Ayat Cinta 2’ merupakan lanjutan dari film sebelumnya, di mana pada film ini menceritakan tentang Fahri yang tidak mendengar kabar dari Aisha sejak wanita itu menjadi sukarelawan di jalur Gaza tujuh bulan lalu.
Suatu hari, Fahri bertemu dengan Hulya (Tatjana Saphira) yang merupakan sepupu Aisha. Hulya jatuh cinta kepada Fahri, namun Fahri masih berharap bisa bertemu Aisha. Namun, semua orang mendukung hubungan Hulya dan Fahri, termasuk Sabina yang merupakan seorang wanita berwajah rusak yang ditampung Fahri dan tinggal bersamanya.
