Eco TourismTourism

Terancam Punah, Seekor Badak Cari Jodoh Lewat Aplikasi Tinder

Aplikasi kencan Tinder rupanya tak hanya dipakai untuk menemukan pasangan kencan oleh manusia. Baru-baru ini, seekor badak putih jantan yang diduga merupakan spesies terakhir bergabung dengan aplikasi Tinder.

Mengutip laman Telegraph, upaya ini dilakukan oleh ahli satwa liar yang ingin melindungi dan mengembangbiakkan sang badak langka guna membuat spesies badak putih tetap lestari.

Dalam kampanye “The Most Eligible Bachelor in the World” yang digagas oleh konservasi satwa liar Kenya, Ol Pejeta Conservacy dan aplikasi kencan Tinder berfokus pada spesies badak putih jantan bernama Sudan.

“Tanpa bermaksud terlalu berterus terang, namun nasib spesies kami tergantung padaku,” demikian tertulis dalam profil Tinder Sudan si badak putih.

Ol Pejeta Conservacy dan Tinder berupaya mengumpulkan donasi US$ 9 juta atau sekitar Rp 120 miliar. Dana yang terkumpul ini diharapkan bisa digunakan untuk membiayai penelitian tentang metode pembiakan badak putih secara in-vitro. Semuanya dilakukan untuk melindungi spesies badak putih dari kepunahan.

Head of Communication and Marketing Tinder Matt David mengatakan, pihaknya bermitra dengan Ol Pejeta Conservatory guna memberi kesempatan Sudan bertemu dengan pasangannya.

“Kami optimis (dengan hal ini), mengingat profil Sudan akan terlihat di Tinder yang kini beroperasi di 190 negara dengan lebih dari 40 bahasa,” kata David.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button