Marine TourismTourism

Terapkan Prokes CHSE, BMR Dive & Water Sport Jamin Keamanan Berwisata Air

 

Wisata selam menjadi salah satu jenis wisata yang diperhatikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).  Salah satu bentuk perhatian itu,  yakni dengan memberikan sertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE  kepada pelaku usaha selam yang lolos persyaratan protokol kesehatan, salah satunya  BMR Dive & Watersport di Tanjung Benoa.

Jurnalis El John News bersama rombongan media berkesempatan mengunjungi usaha wisata tersebut pada Selasa (20/10/2020). Kunjungan ini,  merupakan rangkaian kegiatan famili trip yang diselenggarakan Kemenpar dan Garuda Indonesia untuk mempublikasikan penerapan protokol kesehatan CHSE di sejumlah destinasi wisata Bali pada 19-21 Oktober 2020.

Setibanya di tempat ini, jurnalis El John News harus melewati tahapan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, diukur suhu tubuh dan menjaga jarak.

Selain itu, area dan alat wisata di tempat ini juga dibersihkan secara rutin, seperti helm sea walker. Helm ini digunakan wisatawam untuk menyelam dan menikmati keindahan terumbu karang dan biota laut di Tanjung Benoa.

Di masa pandemi, helm ini tidak diperuntukan secara bergantian, hanya  digunakan satu orang wisatawan dan setelah itu langsung dilakukan pencucian.  Proses pencucian pun dikerjakan dengan menggunakan protokol kesehatan yakni dengan sabun dan air mengalir. Untuk petugas yang membersihkannya pun diwajibkan menggunakan atribut pelindung virus.

“Kebetulan untuk alat kami punya sedia 40 set. Jadi kami biasanya dengan aturan protokol baru harus setengahnya 50 persen, jadi kita hanya bisa menerima 25 orang setiap hari. Sementara untuk diving, kita sampai desember dengan adanya pandemi ini kita mau close dulu karena sangat sensitif, untuk sea walker dan snorkeling kita masih bisa dengan ketentuan alat sangat memadai,” kata Sales & Marketing Manager PT. Rekreasi Bahari Benoa Ayu Krisna  Dewi kepada sejumlah awak media.

Ayu mengakui, kenaikan kunjungan wisatawan ke Bali belum signifikan, hanya 10 persen yang datang setiap harinya ke Tanjung Benoa. Biasanya sebelum pandemi, kawasan Tanjung Benoa tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Diharapkan bulan Desember hingga Januari menjadi bulan baik untuk kunjungan wisatawan ke Bali.

Ayu juga berharap kepada Pemerintah untuk  berupaya meyakini wisatawan,  bahwa dengan protokol kesehatannya, Bali aman untuk dikunjungi.

“Sebagai pelaku usaha wisata air, kami sangat berharap pemerintah memberikan keyakinan ataupun sebuah note bahwa Bali itu aman, Bali itu siap dikunjungi, ayo Bali bisa bangkit pariwisata Indonesia. Semoga pemerintah dan juga seluruh rakyat Indonesia, termasuk di Bali tetap disiplin, tetap melakukan protokol sehingga kita cepet berubah dan normal kembali,” ujar Ayu.

Selain memiliki BMR Dive & Water sport, PT. Rekreasi Bahari Benoa juga memiliki restoran Baracuda yang letaknya bersebelahan dengan BMR. Di restoran ini juga menerapkan protokol kesehatan, seperti jarak kursi minimal satu meter dan memberikan tanda larangan untuk digunakan. Tak hanya itu, olahan makanannya pun juga menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close