Terobosan Beki Mardani Kenalkan Budaya Betawi Kepada Generasi Muda
Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) memainkan peran penting dalam pelestarian, pengembangan, dan promosi kebudayaan Betawi. Di bawah kepemimpinan seorang tokoh Betawi tulen yakni Beki Mardani, lembaga ini terus berupaya menjaga agar kekayaan budaya Betawi tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat luas.
Sepak terjang Beki Mardani dalam melestarikan budaya Betawi tidak diragukan lagi. Sejak muda ia aktif di beberapa organisasi KNPI, PMI, AMPI, MABIN, LKB, dan Bamus Betawi. Selama aktif di Bamus Betawi ,Beky pernah menjadi salah seorang ketua yang membidangi masalah dan kemahasiswaan. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bamus periode 2008-2013 dan kini ia menjabat sebagai Ketua Umum LKB.
Banyak ide dan terobosan yang dicetuskan Beki selama menahkodai LKB, di antaranya dengan membuat toponimi dengan kemasan animasi yang dimuat di channel youtube LKB. Toponimi merupakan cabang onomastika yang menyelidiki nama tempat. Adapun onomastika merupakan bidang ilmu linguistik yang menyelidiki asal usul, bentuk, makna diri, serta nama orang dan tempat.
Pembuatan Toponimi Animasi
Beki mengatakan toponimi ini dibuat agar masyarakat dapat mengetahui asal usul daerah yang ada di Jakarta. Untuk pembuatan toponimi secara animasi menjadi ide Beki untuk menarik perhatian anak-anak dan lebih mudah dipahami.
“Di LKB itu itu ada kanal Youtube dan di sana banyak konten, misalkan konten toponimi, artinya kita buatkan kampung-kampung di Jakarta ini dalam bentuk animasi misalnya bagaimana cerita Gambir, Bagaimana cerita Pasar Minggu, Ancol dan kampung-kampung lain yang ada di Jakarta Nah itu kita masukkan untuk tadi mengenalkan kepada generasi berikutnya,” kata Beki saat menjadi narasumber dalam program Community Update yang ditayangkan EL JOHN TV.

Generasi muda bagi Beki, merupakan generasi yang harus dirangkul dan diajak melestarikan budaya Betawi. Oleh karena itu, Beki memprioritaskan generasi muda khususnya di usia dini sudah dapat mengetahui apa saja budaya Betawi.
Menyiapkan Mulok Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta
Terobosan lainnya, yakni LKB sedang menyiapkan mulok Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) untuk siswa Sekolah Dasar. Mulok merupakan bahan kajian atau mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal.
Dengan mulok ini, diharapkan dapat mencintai budaya Betawi serta ada keinginan kuat untuk melestarikannya Tak hanya siswanya, gurunya juga ikut diberi pemahaman tentang budaya Betawi.
“Kita harapkan guru-guru di sekolah itu bisa menyampaikan materi soal kebudayaan Betawi itu secara lebih dalam, dengan demikian mereka dapat memberikan pembelajaran budaya Betawi kepada muridnya, walaupun ada guru yang bukan berasal dari Betawi,” tutur Ketua PMI Jakarta Barat ini.
Agar program memperkenalkan budaya Betawi ke sekolah-sekolah dapat optimal, Beki berencana akan menggandeng banyak sekolah di Jakarta. Menurut Beki, kolaborasi merupakan salah satu Upaya LKB untuk memaksimalkan promosi budaya Betawi. Dengan kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak, Lembaga Kebudayaan Betawi berhasil memperkuat identitas budaya lokal dan mewariskan warisan budaya yang kaya kepada generasi mendatang.

Pertunjukan Seni dan Budaya Betawi di Sekolah
Beki menilai sekolah merupakan wadah yang strategis dalam menyebarkan pemahaman tentang budaya Betawi. Para siswa yang notabenya merupakan usia produktif dapat cepat memahaminya dan ada rasa semangat tinggi untuk mencintai kearifan lokal.
Oleh karena itu, bukan hanya sebatas memberikan pemahaman dari sebuah buku, namun menurut Beki harus memperlihat secara visual tentang seni dan budaya Betawi. Artinya, akan ada pertunjukan seni dan budaya Betawi di sekolah-sekolah secara bergantian.
“Kita akan keliling seluruh sekolah target saya sih mungkin nggak usah banyak-banyak satu wilayah kota misalnya 20 sekolah kalau ada 5 wilayah kota atau 6 x 20 = 120 sekolah yang bisa kita datangi, kita kenalkan, kita tunjukkan gitu keberagaman seni budaya. Dari situ akan menimbulkan partisipasi dan menimbulkan kecintaan,” ungkap Beki.
“Targetnya pertama dari sekolah dasar dulu, karena Sekolah Dasar itu sekarang dia kan punya pelajaran yang tadi saya sebut mulok muatan lokal itu kontennya Betawi karena di Jakarta itu mulok itu wajib sebetulnya, sementara untuk SMP dan SMA, dia bukan menjadi mata pelajaran tersendiri tetapi dia masuk ke dalam mata pelajaran lain,” sambung Beki.

Beki mengatakan budaya Betawi memiliki nilai keterbukaan, artinya ada sifat keterbukaan dan kehangatan dalam bersosialisasi yang terkandung dalam budaya Betawi. Contohnya, masyarakat Betawi menerima orang baru dengan ramah dan terbuka, tanpa memandang latar belakang sosial, etnis, atau status ekonomi mereka. Semangat ini mencerminkan nilai kesetaraan di antara semua individu dalam masyarakat Betawi.
Budaya Betawi Memiliki Nilai Keterbukaan
Adat istiadat Betawi juga mencerminkan nilai-nilai egaliter. Contohnya, dalam tradisi hajatan atau pesta adat Betawi, semua undangan diperlakukan dengan rasa hormat dan kesetaraan. Tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan status sosial atau latar belakang ekonomi. Semua orang diundang untuk menikmati hidangan dan merasakan kegembiraan bersama.
Dari nilai-nilai itu lah, budaya Betawi dapat dikatakan sebagai modal besar dalam membangun Jakarta, yang merupakan Ibu Kota negara, lantaran didasari oleh rasa toleran dari kaum Betawi.
“Saudara-saudara kita yang datang dari berbagai daerah dan dari mana-mana bisa diterima di sini, Itu kan ada nilai-nilai keterbukaan dan nilai egaliter. Kalau nggak ada nilai-nilai itu, kita bisa bayangkan Jakarta akan menjadi kota yang penuh konflik,” ucap Beki.
Budaya Betawi memiliki daya tarik yang kuat bagi para wisatawan yang ingin merasakan keunikan dan kekayaan budaya lokal. Destinasi wisata yang terkait dengan budaya Betawi menawarkan pengalaman autentik dan memikat, mulai dari rumah tradisional, kuliner khas, pertunjukan tarian dan musik, hingga acara budaya yang meriah. Wisatawan dapat menikmati keindahan arsitektur tradisional, merasakan cita rasa kuliner khas Betawi, mengapresiasi seni dan musik tradisional, serta bergabung dalam perayaan budaya yang mengesankan.
Pariwisata Betawi Jadi Daya Tarik
Menurut Beki, budaya Betawi menjadi destinasi wisata yang menarik karena menawarkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya pemahaman tentang kebudayaan dan sejarah yang kaya dari suku asli Jakarta.
“Kalau kita bicara tentang objek budaya yang menjadi objek destinasi wisata adalah perkampungan budaya Betawi Setu Babakan. Nah di sana kalau saya menyebutnya sebagai laboratorium untuk pengembangan dengan menggandeng berbagai komunitas sekolah. Bagaimana mengembangkan budaya Betawi, itu sesuai dengan perkembangan zamannya. Nah ini di setu Babakan kita bisa lihat, misalnya setiap setiap pekan, beragam pertunjukan budaya Betawi digelar, itu berkat kolaborasi dan dukungan pemerintah daerah,” terang Beki.

Selain pertunjukan seni dan budaya Betawi, kuliner Betawi juga tak kalah menariknya sebagai daya pemikat wisatawan. Budaya kuliner Betawi sangat terkenal, dengan hidangan yang lezat dan beragam. Ketupat sayur, soto Betawi, kerak telor, asinan Betawi, dan nasi uduk adalah beberapa hidangan khas yang harus dicoba.
Banyak warung dan restoran di Jakarta menawarkan makanan khas Betawi yang autentik. Para wisatawan dapat menjelajahi warung makan tradisional atau berpartisipasi dalam tur kuliner untuk menikmati kelezatan kuliner Betawi sambil merasakan suasana lokal yang hangat. Tak hanya kuliner, kerajinan tangan Betawi tidak boleh dipandang sebelah mata. Kerajinan tangan ini menjadi oleh-oleh atau souvenir yang unik, seperti anyaman bambu, sulaman, dan ukiran kayu Pengunjung dapat melihat pengrajin Betawi yang ahli dalam membuat kerajinan tangan tradisional
