Terpilih Sebagai Miss Culinary Indonesia 2022, Latanya Alisa Siap Perkenalkan Kuliner Khas Nusantara

Miss Culinary Indonesia 2022 Latanya Alisa .siap untuk memperkenalkan kuliner khas nusantara, salah satunya DKI Jakarta kepada masyarakat di seluruh Indonesia maupun masyarakat internasional. Selain sebagai pusat perbisnisan, Jakarta merupakan salah satu kiblat wisata kuliner yang ada di Indonesia.
Menurut gadis cantik yang akrab disapa Anya ini, Makanan asli Jakarta terkenal akan kelezatannya, namun hingga saat ini belum banyak masyarakat di luar Jakarta yang pernah mencicipinya. Dengan memperkenalkan makanan dari Ibukota ini, diharapkan dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan yang ingin datang ke Jakarta.
“Mungkin banyak orang-orang yang belum tau seperti gabung pucung dan masih banyak lagi. Pastinya saya akan memperkenalkan makanan-makanan tersebut bukan hanya di Jakarta saja, tetapi di seluruh Indonesia. Kalau misalkan saya berkunjung ke Provinsi lain, bisa saya share,” kata Anya ini saat diwawancarai tim liputan EL JOHN Media.

Promosi yang dilakukan Anya yakni melalui media social pribadinya. Anya menilai,, media social memiliki peran penting dalam memperkenalkan suatu produk termasuk produk kuliner karena memiliki jangkauan yang luas dan saat ini, sudah tidak terhitung berapa banyak masyarakat yang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mencari informasi.
“Kuliner-kuliner itu saya akan mempromosikan lewat sosial media, mungkin seperti bikin vlog untuk memperkenalkan makanan khas dari DKI Jakarta,” ungkap gadis yang memiliki tinggi 168 cm ini.
“Pastinya social media sekarang memiliki peran yang sangat besar untuk mempromosikan suatu jasa atau barang termasuk bidang kuliner. Banyak sekali UMKM atau pelaku-pelaku usaha di bidang F&B yang menggunakan media sosial sebagai wadah untuk memasarkan produk makanannya,” tambah Anya.
Anya mengajak generasi muda untuk mencintai makanan dari negeri sendiri yang tidak kalah lezatnya dengan makanan olahan negara lain. Kecintaan generasi muda dengan makanan daerah dapat membantu memperkenalkan kuliner nusantara kepada dunia. Apalagi generasi muda merupakan generasi yang memiliki kreativitas tinggi sehingga dapat mempromosikan produk kuliner dengan tampilan-tampilan yang menarik.

”Jangan takut untuk mencoba masakan asli dari masing-masing daerah, karena kuliner dari masing-masing daerah tidak kalah dari kuliner-kuliner modern. Kalau di Jakarta sendiri punya soto Betawi, ada gabus pucung, ada nasi uduk Betawi, itu semua tidak kalah enak dari KFC. Jadi anak muda sekarang ini waktunya bisa untuk mempromosikan daerah-daerah masing supaya tidak punah, itu lah tugas kita semuanya,” ujar mahasiswa Universitas Indonesia ini.
Pada kesempatan ini, Anya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk mengemban tugas sebagai Miss Culinary Indonesia 2022. Amanah yang disampaikan Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia saat karantina akan Anya terapkan selama bertugas dan beraktivitas.
“Terima kasih banyak daddy atas kesempatan yang diberikan, luar biasa sekali. Pastinya banyak sekali motivasi-motivasi dan pelajaran yang saya dapatkan dari daddy, mulai dari karantina online sampai dengan offline. Semoga apa yang daddy sampaikan bisa saya aplikasikan untuk kehidupan kedepan,” tutur Anya.
“Kepada Yayasan EL JOHN Indonesia serta kakak-kakak panitia dan tim, terima kasih banyak untuk bantuan dan kesempatannya selama karantina. Mohon maaf apabila dari kami dan saya pribadi ada yang kurang-kurang dan kesalahan yang dilakukan selama karantina, semoga bisa menjadi perbaikan biar nanti bisa ditingkatkan lagi untuk lan,” lanjut Anya.

Gelar Miss Culinary Indonesia 2022, Anya dedikasi untuk kedua orangtuanya yang tak henti-hentinya mendukung Anya sejak masa karantina hingga grand final. Dukungan dari orangtua menjadi semangat baru buat Anya untuk memaksimalkan penampilannya selama ikut kontes paling bergengsi di Indonesia ini.
Selain orangtua, gelar ini juga Anya persembahkan untuk teman-teman terdekat yang telah membantu selama kontes ini berlangsung. Kehadiran mereka, telah memudahkan Anya untuk memenuhi segala tugas yang diberikan pihak panitia penyelenggara.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman terdekat saya atas bantuannya dan juga supportnya yang tiada henti sampai hari ini. Kalau bukan karena kalian saya tidak mungkin mendapatkan selempang ini,” tutup Anya.
