The Sunan Hotel Solo Ajak Milenial Untuk Lebih Mengenal Kuliner Tradisional
Dalam rangkaian peringatan HUT Ke-12 The Sunan Hotel pada November mendatang. Mereka menggelar Festival Makanan Tradisional yang akan digelar 28-29 Oktober mendatang. Festival tersebut akan menyajikan beragam kuliner lokal dan tradisional. The Sunan Hotel sendiri memiliki target dalam festival ini yaitu Milenial wajib mengenal beragam kuliner lokal dan tradisional.
General Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari mengatakan, festival tersebut digelar dalam rangka menjaga kelestarian budaya kuliner lokal yang mulai tergerus zaman. Padahal, kuliner tradisional tersebut tak lepas dari akar budaya.
“Kami berharap dari acara ini, ke depan kuliner tradisional tetap menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Solo. Tetap lestari, dikenali dan tetap digemari masyarakat, terutama generasi milenial,” ujar Retno.
“Kota Solo itu punya akar kuliner yang menarik. Makanan tradisional bercitarasa kuat, dengan akar tradisi yang dalam. Tapi keberadaannya mulai tergeser makanan modern, atau menghilang karena tak ada generasi penerus yang membuatnya,” katanya, Selasa (22/10/2019).
Dirinya pun menjelaskan alasan mengapa lebih memilih menggelar festival makanan tradisional untuk memperingati HUT The Sunan Hotel.
“Kami berupaya mengangkat makanan tradisional ini, agar banyak dikenali lagi, digemari lagi, sehingga keberadaannya lestari. Anak-anak muda perlu tahu budaya kuliner asli agar tak hanya mengenal makanan impor yang sedang menjadi tren,” tuturnya.
Dalam festival di lobi hotel tersebut, pengunjung bisa menikmati beragam jenis makanan tradisional. Mulai dari gethuk, rambut nenek, opak angin, cabuk rambak, pecel, kerengan jahe, leker, rujak lotis, brambang asem, jadah blondo, sate kere, gulali, wedang ronde, putu bumbung, gempol pleret, dan sebagainya.
Selain itu dalam acara ini akan digelar talkshow membahas dunia kuliner lokal, serta fashion show lurik.
