Headline News

Tiga Lapis Keamanan Diterapkan Untuk KTT World Water Forum 2024

Kabaharkam Polri, Komjen Fadil Imran mengatakan, sistem keamanan pelaksanaan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 di Bali dilakukan tiga lapis keamanan.

Lapis pertama untuk ring satu, keamanan dilakukan Paspampres, dan ring dua dan tiga ditangani oleh Polri dan TNI.

“Pada ring 1 akan dilakukan Paspampres, ring 2 TNI dan ring 3 akan dilakukan Polri dimana akan mengamankan tamu VIP beserta kegiatan lainnya di luar main event,” kata Fadil kepada wartawan, Kamis (16/05/2024).

Fadil mengungkapkan, sistem konsep pengamanan dalam KTT WWF ini dilakukan terpadu dengan semangat sinergisitas antara Polri dan TNI.

“Konsep ini dilakukan dengan teman-teman TNI. TNI membentuk satgas dan kami menggelar Operasi Puri Agung,” ujar Fadil.

Karena itu, Fadil berharap kegiatan WWF bisa menghasilkan hal yang positif terhadap perekonomian dalam negeri.

“Mudah-mudahan balancing keduanya, antara perekonomian menggeliar dan isu air bisa membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia semua,” tuturnya.

Pengamanan untuk forum internasional yang dihadiri sejumlah kepala negara itu, akan didukung dengan posko Command Center 91, yang berada di komplek ITDC Nusa Dua.

“Operasi Puri Agung merupakan operasi kepolisian terpusat, yang mana operasi ini dengan Sandi Puri Agung sengaja dibentuk, operasi ini guna menjamin pemeliharaan keamanan yang dilaksanakan selama KTT World Water Forum berlangsung,” kata Kepala Posko Command Center 91 Operasi Puri Agung 2024, Brigjen Pol Muhammad Firman di Posko Command Center 91, Kamis (16/05/2024).

Firman menerangkan, sebanyak 5.791 personil yang tergabung dalam 8 satgas dan 2 satgas wilayah dikendalikan melalui Posko Command Center 91. Selain itu, dari posko ini juga dapat menonitor langsung setiap kegiatan di mana seluruh anggota sudah disebar di seluruh klaster. Ia mengatakan ada lima klaster yang menjadi objek pengamanan yaitu Klaster Nusa Dua Utara, Nusa Dua Selatan, Jimbaran, Kuta dan Sanur.

“Kemudian untuk memonitor kegiatan pengamanan ini tidak hanya objek kegiatan tapi di objek-objek penginapan para delegasi nanti,” terangnya.

Firman melanjutkan, posko Command Center 91 juga terkoneksi dengan kamera CCTV yang berada di Bali. Para petugas sambungnya, pada saat diperlukan untuk melaksanakan kegiatan di lapangan bila ada permasalahan, ancaman dan gangguan di lapangan dapat dikendalikan dengan cepat.

“Anggota sudah disebar berdasarkan surat perintah yang sudah dikeluarkan, kemudian untuk memonitor dan melaporkan situasi ada beberapa alat komunikasi untuk memonitor mereka, berupa HT, kemudian CCTV yang terkoneksi dengan posko, kemudian CCTV yang terpasang di objek-objek tertentu, kemudian HT yang terkoneksi video analytic itu saja,” bebernya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button