Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, ICBC Terima Delegasi Sekolah Terkemuka dari Quanzhou

0
DSC00169

Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang difokuskan Indonesia China Business Council (ICBC) untuk menjalin kerja sama dengan otoritas dari Tiongkok. Pada Selasa, (20/5/2025), ICBC dan delegasi dari sekolah terkemuka di Quanzhou, yakni  QuanZhou Affiliated High School of Fujian Normal University dan Quanzhou Quanzhong Vocational Secondary School.

Kedatangan rombongan ini disambut langsung oleh Ketua Harian ICBC, Ali Husein, didampingi sejumlah pengurus lainnya. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan agenda utama membahas peluang kerja sama pendidikan, khususnya pemberian beasiswa untuk pelajar Indonesia yang ingin menempuh studi di Quanzhou

Kepada pengurus ICBC, mereka memamparkan keunggulan sekolah yang ada di Quanzhou.Kota Quanzhou, terletak di pesisir tenggara Provinsi Fujian, Tiongkok, tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan dan budaya pada masa Jalur Sutra Maritim, tetapi juga telah berkembang menjadi kota pendidikan yang progresif dan berpengaruh di Tiongkok modern. Dalam beberapa dekade terakhir, sektor pendidikan di Quanzhou telah mengalami transformasi signifikan, menjadikannya salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya kota.

Quanzhou memiliki sistem pendidikan yang lengkap, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi. Tersedia banyak taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah, termasuk sekolah unggulan provinsi dan nasional, yang memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat lokal. Pemerintah kota terus berinvestasi dalam pembangunan dan modernisasi infrastruktur sekolah untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran.

Quanzhou juga mengembangkan banyak lembaga pendidikan vokasi dan politeknik untuk mempersiapkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan industri lokal. Pendidikan vokasional di kota ini diarahkan pada integrasi dengan sektor manufaktur, tekstil, teknologi, dan industri kreatif, yang merupakan sektor unggulan di Quanzhou. Hal ini memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Quanzhou juga menjadi contoh kota yang berhasil mengintegrasikan budaya lokal ke dalam sistem pendidikan. Universitas dan sekolah-sekolah aktif mengembangkan kurikulum berbasis budaya Minnan, musik tradisional Nanyin, serta sejarah Jalur Sutra Maritim

Sebagai kota pelabuhan internasional sejak dahulu, Quanzhou membuka diri terhadap kerja sama pendidikan global. Program pertukaran pelajar, beasiswa internasional, serta pelatihan guru bahasa Tiongkok untuk negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi wujud nyata peran global kota ini dalam diplomasi pendidikan dan budaya.

Ketua Harian ICBC Ali Husein mengungkapkan bahwa fokus utama dari pertemuan ini adalah membuka jalur kerja sama pertukaran pelajar antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya di tingkat sekolah menengah dan kejuruan.

Ali menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memberi peluang kepada pelajar Indonesia agar bisa menimba ilmu dan keterampilan di Tiongkok, sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing secara global.

“Apa yang kita dapat dari kerja sama ini adalah bagaimana putra-putri kita bisa menambah skill, keterampilan, yang nantinya bisa langsung diterapkan untuk membangun negara kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ali menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi strategis One Belt One Road (OBOR) yang diusung oleh Tiongkok. Melalui kolaborasi pendidikan, Indonesia dapat mengambil bagian secara aktif dalam inisiatif global ini, sekaligus memperkuat keharmonisan hubungan antarnegara.

“Kita harapkan ini menjadi bentuk pengabdian, dan segera kita bisa memanfaatkan One Belt One Road untuk membangun keharmonisan dua negara, khususnya untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Terkait tanggapan dari pihak Tiongkok, Ali Husein menyebut bahwa respons delegasi sangat positif. Mereka menyambut baik konsep pertukaran pelajar, dan bahkan menyatakan ketertarikan besar untuk menjalin hubungan pendidikan jangka panjang.

Kerja sama ini, lanjut Ali, juga memiliki potensi jangka panjang dalam mendukung investasi dan industrialisasi di Indonesia. Ia menggambarkan skenario di mana pelajar Indonesia yang telah menempuh pendidikan kejuruan di Quanzhou, akan siap terjun ke dunia kerja dan mendukung berdirinya fasilitas produksi milik investor Tiongkok di Tanah Air.

“Misalnya nanti mereka bangun pabrik di Indonesia, kita sudah siapkan SDM-nya, anak-anak kita sudah punya keterampilan, dan bisa langsung kerja. Kita dorong juga mereka untuk mencintai dan memproduksi produk-produk Indonesia,” tegasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *