Tingkatkan Perdagangan dan Investasi, Mendag Lakukan Kunker ke Amerika Serikat

0
fUwAeXVR_album_image

Peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat (AS) menjadi upaya pemerintah Indonesia untuk memulihkan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Agar upaya itu dapat tercapai pada 9 Juli 2021, Menteri Perdagangan (Mendag)  Muhammad Lutfi bersama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia  melakukan kunjungan kerja ke negeri Paman Sam tersebut.  Hingga berita ini dimuat kunjungan masih terus dilakukan.

Ada dua deputi di Kementerian Perdagangan yang ikut dalam kunjungan ini yakni Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono serta Direktur Perundingan Multilateral Dandy Satria Iswara.

“Kunjungan kerja ini merupakan langkah percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan perdagangan dan investasi. Potensi peningkatan perdagangan dan investasi di berbagai sektor di Indonesia antara lain sektor teknologi; gender dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat besar. Kunjungan kerja ini juga membahas perubahan iklim dan vaksin Covid-19,” tegas Mendag Lutfi di Washington DC, AS.

Menurut Mendag, AS merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia dengan total perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai USD 27,2 miliar. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke AS sebesar USD 18,62 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari AS sebesar USD 8,58 miliar. Neraca perdagangan Indonesia terhadap AS surplus sepanjang 2020 sebesar USD 10,04 miliar.

Kunjungan hari pertama, (Minggu, 11/7/2021), Mendag Lutfi dan Meninves/Kepala BKPM Bahlil langsung mengadakan pertemuan dengan Perwakilan RI di AS. Pertemuan tersebut membahas peran ekonomi digital terhadap perekonomian nasional dan potensi sektor ekonomi digital di Indonesia. Mendag juga mendorong para Perwakilan RI untuk menggali potensi ekonomi digital Indonesia di AS.

“Kontribusi ekonomi digital Indonesia masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional. Namun, saat ini pertumbuhan ekonomi digital telah berkembang sangat pesat. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh delapan kali lipat di tahun 2030,” papar Mendag.

Di hari berikutnya (Senin 12/7/2021), Mendag mengadakan pertemuan dengan Chief Operating Officer (COO) US International Development Finance Corporation (IDFC) David Marchick. Pertemuan yang juga dihadiri Meninves/Kepala BKPM Bahlil dan Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Investment

Authority (INA) Ridha Wirakusumah ini membahas Sovereign Wealth Fund dan potensi peningkatan investasi di berbagai sektor di Indonesia antara lain sektor teknologi; gender dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta perubahan iklim dan vaksin Covid-19. Selanjutnya, Mendag juga mengadakan pertemuan dengan CEO US-ASEAN Business Council (USABC) Alex Feldman. Pertemuan ini membahas berbagai isu perdagangan dan investasi, tren perdagangan global, dan penanganan pandemi Covid-19. Mendag dan USABC sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi Indonesia-AS ke level berikutnya.

Percepat Target Netral Karbon

Mengakhiri agenda kunjungan kerja pada hari kedua, Mendag bersama CEO INA melaksanakan pertemuan dengan Managing Director International Finance Corporation (IFC) Makhtar Diop. Dalam kesempatan tersebut, Mendag menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pencapaian target netral karbon (net zero carbon emission) melalui industri yang ramah lingkungan. Selain itu, pertemuan juga membahas kerja sama pengembangan industri logam ramah lingkungan (clean energy) dan kerja sama dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Indonesia saat ini tengah bertransformasi dari negara penghasil barang mentah menjadi negara penghasil barang bernilai tambah dan berteknologi tinggi. Untuk itu, Pemerintah akan terus mendorong pengembangan industri yang ramah lingkungan di Indonesia (clean energy), terutama di industri logam,” pungkas Mendag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *