Transportasi Berbasis Rel Siap Dikembangkan Jawa Barat

0
kereta bandung

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan Jawa Barat akan mengembangkan sistem transportasi massal berbasis rel guna meningkatkan konektivitas, aksesibilitas dan mobilitas antar-wilayah serta penataan daerah.

Hery Antasari selaku Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar mengatakan, pihaknya akan merevitalisasi dan mengaktifkan kembali jalur-jalur rel kereta api yang sudah ada dan hal itu dilakukan untuk memperbaiki prasarana transportasi kereta api.

Menurutnya, ada sejumlah jalur rel kereta api yang akan diaktifkan kembali maupun direhabilitasi. Mulai dari jalur Cibatu-Garut-Cikajang, Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari, Bandung-Ciwidey, Banjar-Pangandaran-Cijulang, sampai Cianjur-Sukabumi-Padalarang.

“Cibatu-Garut dalam tahap perizinan untuk uji kelayakan. Apakah memang sudah layak untuk dioperasikan atau masih ada perbaikan-perbaikan. Progres jalur lain bervariasi. Tapi, kami pastikan semua jalur sudah dipetakan dan dipatok,” kata Hery di Bandung, Minggu (23/2/2020).

“Jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur akan dikembangkan menjadi double track railway. Sedangkan, Cianjur-Padalarang yang nanti terhubung ke Bandung sedang dalam proses. Ada tanjakan curam di jalur lama. Maka, kami akan membuat jalur baru melingkar,” katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, pihaknya akan membangun konektivitas berbasis rel ke pusat kota melalui pembangunan kereta lokal yang menyambungkan Stasiun Tegalluar ke Stasiun Cimekar. Itu dilakukan sebagai upaya membangun konektivitas kereta api cepat Jakarta-Bandung.

“Kemudian, kita juga melakukan angkutan berbasis rel, bisa monorail, LRT, maupun cable car. Itu tergantung feasibility study-nya ke arah teknologi yang mana. Kita juga akan membantu dan memfasilitasi pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Perencanaan pengembangan sistem transportasi massal berbasis rel terus dimatangkan Dishub Jabar. Karena kereta api, dengan berbagai keunggulan seperti tepat waktu dan minim kecelakaan, akan menjadi transportasi masa depan.

“Kereta api bisa untuk transportasi barang, orang. Kemudian, kereta api punya keunggulan dengan. Waktu tempuh pasti. Lalu, bisa membawa barang dengan muatan yang lebih besar. Satu gerbong itu setara dua kontainer,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik reaktivasi rel kereta api menuju Garut. Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, optimistis perekonomian Garut akan meningkat.

“Kereta api sekarang sudah tembus lagi sampai pusat kota Garut. Ekonomi Jakarta-Bandung-Garut akan meningkat. Kereta inspeksi kemarin disambut meriah dan antusias oleh warga. Mari berpiknik ke sana sambil membeli oleh-oleh dodol Garut, domba Garut, jeruk Garut,” ujar Kang Emil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *