Ucapkan Duka Mendalam, Moeldoko Ajak Anggota HKTI Doakan 53 Prajurit KRI Nanggala-402 dan Kabinda Papua
Ketua Umum DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya 53 prajurit KRI Nanggala-402 dan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha. Ucapan duka cita ini disampaikan Moeldoko saat syukuran HUT HKTI ke-48 di kantor DPP HKTI di Jl. Taman Lawang No.1, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2021).
Moeldoko mengajak anggota HKTI untuk memanjatkan doa kepada para syuhada yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk NKRI.
“Selanjutnya masih dalam suasana kita berduka atas musibah yang menimpa kapal selam Indonesia Nanggala 402 dan Brigjen Putu Danny yang meninggal di dalam operasi. Oleh karena itu saya mengajak seluruh anggota HKTI untuk ikut mendoakan, kami semua berduka cita yang mendalam semoga pengabdian rekan-rekan TNI mendapatkan pahala dari Allah SWT,” kata mantan Panglima TNI ini.
Seperti diketahui, dua berita duka datang dalam waktu yang berdekatan. Berita tersebut terjadi pada prajurit-prajurit terbaik TNI. Pertama, publik dikejutkan dengan hilangnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali pada Rabu (22/4/2021).
KRI ini hilang kontak setelah uji coba pelepasan torpedo yang dilakukan untuk persiapan latihan perang yang berlangsung keesokannya yakni Kamis (23/4/2021). Pencarian pun dilakukan dengan mengejar waktu 72 jam. Waktu tersebut merupakan persediaan oksigen yang terdapat di KRI Nanggala-402.
Namun pencarian utuh kapal selam tidak berhasil ditemukan setelah melewati waktu 72 jam, hanya saja ditemukan serpihan dan benda yang berasal dari kapal selam tersebut. Melihat fakta yang ditemukan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan KASAL Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan KRI Nanggala-402 dalam fase subsunk atau tenggelam dan dinyatakan para prajurit hiu kencana yang berada dalam kapal selam telah gugur.
Berita dua yang kedua datang dari Papua, yakni telah tertembaknya Kabinda Papua Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga pada Minggu (25/4/2021. Brigjen Putu tertembak saat sedang melakukan observasi lapangan guna mempercepat pemulihan keamanan pasca-aksi brutal KKB di wilayah tersebut.
