Untuk Pertama Kalinya Festival Budaya Indonesia Digelar di Svetlogorsk Rusia
Museum of World Ocean Svetlogorsk mengeluarkan koleksi alat musik tradisional dari Indonesia untuk ditampilkan dalam Festival Budaya Indonesia di Kota Svetlogorsk, Rusia yang dilangsungkan 9 hingga 10 Juni 2017 lalu. Alat musik tersebut berupa gamelan Bali.
Gamelan Bali milik museum untuk pertama kalinya bergema, setelah KBRI Moskow mengirim seorang instruktur gamelan untuk melatih 14 siswa Kaliningrad Regional Music College dan Orkes Russian Folk Musical Instrument. Festival ini merupakan salah satu kegiatan promosi budaya Indonesia yang diinisiasi Kedutaan Besar RI di Moskow. Untuk di Rusia, kegiatan yang dilangsungkan di Museum of World Ocean Svetlogorsk ini merupakan kegiatan yang pertama kalinya digelar, seperti yang dilansir detik.com
Museum of World Ocean Svetlogorsk terletak di sebuah kota wisata utama Rusia di tepian laut Baltik berjarak sekitar 50 km dari ibu kota Provinsi Kaliningrad. Event tersebut juga merupakan kali pertama yang dilakukan di Svetlogorsk. Museum of World Ocean Svetlogorsk, menjadi museum di negara lain yang banyak menyimpan benda-benda seni dari Indonesia. tercatat ada Sekitar 80% benda-benda seni yang ada di museum ini berasal dari Indonesia. Didominasi oleh patung Garuda dan tokoh pewayangan dari Bali, patung Asmat, senjata tradisionil, lukisan, wayang dll.
Saat digelarnya festival ini, Museum of World Ocean Svetlogorsk semakin ramai di kunjungi pengunjung. Selama 2 hari penonton disuguhi beberapa tarian nusantara seperti tari Merak, Genjring, Rantak, Sekar Pudyastuti, Wigaringtyas dan ditutup dengan joged Gemu Famire yang diikuti dengan antusias oleh pengunjung. Uniknya, separuh dari para penari tersebut adalah warga negara Rusia yang mencintai Indonesia.
Di hadapan ratusan tamu saat acara pembukaan, , Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus Wahid Supriyadi mengaku merasa punya hutang kepada Direktur Jenderal Museum of World Ocean.Svetlana Sivkova. Karena itu festival ini merupakan realisasi janjinya tahun lalu /
“Melalui festival ini diharapkan hubungan kedua negara khususnya di bidang seni budaya dan hubungan antar masyarakat akan semakin erat lagi,” ujar Dubes Wahid.
Seusai sambutan, Dubes Wahid menyerahkan replika kapal Pinisi ukuran 1,2 meter yang khusus didatangkan dari Sulawesi Selatan untuk menambah koleksi museum.
Di sela-sela acara, diputar film promosi Wonderful Indonesia yang menampilkan keindahan budaya dan kuliner Indonesia serta destinasi wisata Bali, Sumatera Barat, Jawa Barat, Yogyakarta, dan kota lain di Indonesia.
Tidak hyanya itu, aneka foto yang dokumenter hubungan diplomatik kedua negara dan film hitam putih kunjungan PM Uni Soviet Nikita Kruschev dan Presiden Sukarno ke pulau Bali tahun 1960 produksi Arsip Nasional RI, ikut ditampilkan dalam TV display yang terdapat dalam museum ini.
Di hari kedua festival, selain pertunjukan seni budaya juga ditampilkan demo masak kuliner Indonesia, dialog interaktif, kursus kilat bahasa Indonesia dan pertunjukan seni budaya.
Dialog interaktif dihadiri sekitar 70 orang berasal dari siswa kelas 10 School of Young Diplomat Sekolah Kejuruan YA Gagarin dari kota Kaliningrad, mahasiswa dan masyarakat setempat.
Untuk memeriahkan suasana. pihak penyelenggara menggelar quiz mengenai Indonesia. Beragam hadiah disediakan untuk mereka yang berhasil menjawab pertanyaan. Meskipun hadiah tidak mewah namun terkesan bagi mereka yang berhasil menjawab utamanya dari warga Rusia karena hadiah itu menunjukan kearifan lokal yang dimiliki Indonesia, seperti teh, kopi, scarf, jam tangan kayu dan cinderamata Indonesia lainnya.
Direktur Jenderal Museum of World Ocean Svetlana Sivkova di penghujung acara juga menyatakan kegembiraannya atas penyelenggaraan Festival dan berharap acara ini dapat diselenggarakan setiap tahun.
“Walaupun kota kecil, setiap tahun sekitar 1,5 juta wisatawan berkunjung ke Svetlogorsk dan Kaliningrad, dan sekitar 200 ribu di antara mereka mengunjungi museum kami” ujar Svetlana.
Bahkan dia bersama 10 staf museum merencanakan untuk berkunjung ke Indonesia dalam rangka Information Tour untuk mengenal lebih dekat budaya aneka suku di Indonesia serta penjajakan kerjasama dengan museum kelautan di Indonesia.

