Buka Puasa Bersama PHRI-APINDO di Hotel Grand Sahid Jaya

0
3C503D9D-8282-499B-91C3-36CCFD5506DB

Kegiatan Buka Puasa Bersama diselenggarakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Grand Sahid Jaya, Jakarta pada 12 Juni 2017. Acara tersebut dibuka oleh Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum BPP PHRI sekaligus Ketua Umum Apindo.

Kegiatan Buka Puasa Bersama diselenggarakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada 12 Juni 2017. Acara tersebut dibuka dengan tausyiah oleh Ustadz Yuslam Fauzi yang membahas perihal Fikih seputar puasa. Selanjutnya diberikan kata sambutan selamat datang menjelang buka puasa yang disampaikan Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum BPP PHRI sekaligus Ketua Umum Apindo.

Hadir juga di acara tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya yang ditemani oleh Esthy Reko Astuti Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Dadang R. Ratman serta I Gde Pitana Deputi Pemasaran Mancanegara.

Selain itu acara tersebut juga dihadiri juga Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Sandjojo, serta kalangan pengusaha nasional seperti Aburizal Bakrie, Ketua Umum GIPI Didin Djunaedy, Ketua KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani, Soebronto Laras, Sofyan Wanandi. Dari Kalangan PHRI turut hadir Margaret Vivi ( Accor Group), Kosmian Pudjiadi (Jayakarta Hotel group), Haryanto Sofyan (Sofyan Hotel Group),  Rainier H Daulay (Radhana Hotel Group), Stephanus Riduan (Pakuwon Group), Syahrir Hasan ( BPD Papua) Ahmad Sari Alam ( BPD Banten), Maulana Yusran (BPD Sumbar) dan Krisnadi ( BPD DKI Jakarta).

Acara dimulai dengan Tausiyah menjelang buka puasa lalu diteruskan melalui kata sambutan dari Hariyadi Sukamdani. Selanjutnya adalah pemukulan bedug tanda waktu berbuka puasa sudah tiba oleh Hariyadi B. Sukamdani, Menpar Arief Yahya dan Kosmian Pudjiadi (Kadin Pariwisata-PHRI). Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama sembari diiringi alunan lagu bernuansa religi oleh grup Duta Kemanusiaan NbA (Nothing but Allah).

Di sela-sela acara diberikan sesi wawancara oleh Hariyadi dengan membahas sinergi antara Kemenpar dengan PHRI terkait branding Indonesia.

“Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah melalui Kementerian Pariwisata, untuk meng-konversi-kan branding Wonderful Indonesia yang sudah berjalan ini menjadi selling Visit Wonderful Indonesia. Ke depan, kita programnya betul-betul jualan produk. Kalau kemarin-kemarin lebih banyak branding. Jadi besok bersama-sama pemerintah, kita minta promosinya, kita yang jual produknya dalam rangka tahun 2019 dapat (target) 20 juta turis (asing),” ujar Hariyadi.

Hariyadi menambahkan ini merupakan upaya untuk mendorong masuknya wisatawan mancanegara serta mendorong meningkatnya okupansi hotel. Belakangan ini terjadi penurunan tingkat okupansi sejak tahun lalu apalagi di bulan puasa, dan ini memprihatinkan bagi pelaku industri perhotelan.

“Mungkin kalau tahun lalu-lalu (seperti) 2014 terasa tuh okupansi bisa 100%. Sekarang mungkin 90%. Itu tadi saya bilang kemungkinan stuck enggak ada perubahan, artinya sama dengan tahun lalu. Pada waktu puncak mungkin 90%,” ujar Hariyadi.

Karena itu dengan mendukung program pemerintah serta melakukan selling produk lebih gencar diharapkan mampu mendorong masuknya wisatawan serta meningkatkan tingkat okupansi lebih tinggi lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *